Para Pengemudi Angkutan Online Desak Gubernur Turun Tangan

Jum'at, 13 Oktober 2017 - 20:43 WIB
Para Pengemudi Angkutan...
Para Pengemudi Angkutan Online Desak Gubernur Turun Tangan
A A A
BANDUNG - Para pengemudi (driver) angkutan online meminta Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan segera turun tangan untuk mengatasi berbagai persoalan antara driver online dan konvensional di lapangan. Para driver online mengaku tidak nyaman dan berada pada posisi serba salah, setelah Dishub Jabar mengimbauan driver online menghentikan sementara operasionalnya hingga aturan terkait angkutan online dari pemerintah pusat.

Meskipun sifatnya hanya imbauan, namun kenyataan di lapangan berkata lain. Banyak pihak, terutama kalangan driver konvensional, yang akhirnya salah mengartikan imbauan tersebut dan berujung pada gesekan antara driver online dan driver konvensional.

"Kami minta Gubernur Jabar segera mengambil sikap yang bijak, agar di bawah tidak terjadi seperti perang saudara," ungkap Koordinator Lapangan Perkumpulan Pengemudi Online Satu Komando Jawa Barat (Posko Jabar) Tezar Dwi Aryanto dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Karang Setra, Kota Bandung, Jumat (13/10/2017).

Dia juga meminta Gubernur untuk mendesak pemerintah pusat agar aturan terkait angkutan online segera diterbitkan. Pasalnya, kata Tezar, berlarut-larutnya penerbitan aturan menjadi akar persoalan yang kini dihadapi para driver online dan konvensional.

"Jadi, saya mohon untuk aturan-aturan terkait angkutan online ini dipercepat, jadi semua bisa bekerja dengan nyaman, aman, damai, dan Bandung kondusif," tegasnya.

Sedangkan Ketua Assosiation Driver Online Bandung (Adob) Dedi Hermawan meminta pemerintah menjadi penengah atas kisruh yang terjadi antara driver online dan konvensional. "Kami menuntut beberapa poin, salah satunya menolak pernyataan-pernyataan, khususnya dari Dishub Jabar mengenai imbauan offbid (berhenti beroperasi). Sebab, imbauan tersebut malah menjadi pemicu kegaduhan," tegasnya.

Dedi menyebutkan, pasca-imbauan offbid, banyak driver online yang mengalami intimidasi bahkan berujung pada kekerasan di sejumlah daerah. Kasus terbaru, terjadi di Jalan Ahmad Yani Kota Bandung dan Kota Cimahi.

Kasus tersebut akan dilimpahkan kepada pihak kepolisian agar ditindaklanjuti secara hukum. "Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin driver online turun ke jalan," tandas Dedi.
(wib)
Berita Terkait
Gojek Tutup Layanan...
Gojek Tutup Layanan GoLife dan GoFood Festival
Naik Ojol, Gojek Imbau...
Naik Ojol, Gojek Imbau Penumpang Bawa Helm Sendiri
Mantan Petinggi Amazon...
Mantan Petinggi Amazon dan Microsoft Jadi CTO di Gojek
Dishub Sulsel Diminta...
Dishub Sulsel Diminta Libatkan Masyarakat Sesuaikan Tarif Angkutan Online
ORASKI Perjuangkan Kesejahteraan...
ORASKI Perjuangkan Kesejahteraan Pengemudi Online, Tolak Intervensi Berlebihan
Ekosistem Transportasi...
Ekosistem Transportasi Online Terjaga, ORASKI: Jangan Rusak dengan Regulasi Keliru Arah
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
7 jam yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
7 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
8 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
9 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
9 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
9 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved