alexametrics

Danlantamal VIII dan Ratusan Warga Nobar Film G30S PKI

loading...
Danlantamal VIII dan Ratusan Warga Nobar Film G30S PKI
Danlantamal VIII dan Ratusan Warga Nobar Film G30S PKI
A+ A-
MANADO - Nonton bareng (nobar) Film G30S PKI digelar di beberapa lokasi di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (30/9/2017) malam. Selain di Kodam XIII Merdeka, Gedung Yos Sudarso Lantamal VIII, Lapangan Bantik dan beberapa Koramil, nobar juga digelar di kawasan pusat perbelanjaan Mega Mal Manado serta Masjid Raya Ahmad Yani (Islamic Center) Manado.

Pantauan di lokasi nobar di Gedung Yos Sudarso Lantamal VIII, Danlantamal VIII Laksamana Pertama TNI Suselo tampak ikut nobar Film G30S PKI yang dihadiri 585 orang.

Danlantamal VIII menyampaikan tujuan pemutaran Film G30S PKI untuk mengingatkan kembali kepada seluruh bangsa Indonesia dan memberikan informasi kepada generasi penerus bangsa tentang peristiwa/kekejaman PKI yang terjadi pada tanggal 30 September 1965.



"Harapan saya peristiwa semacam ini tidak terulang kembali. Tentunya banyak hal dan pesan moral yang dapat diambil dari dipublikasikannya kembali film ini," ujarnya.

Selain itu, kata dia, pemutaran film ini merupakan perintah Panglima TNI kepada seluruh prajurit TNI. Sekcam Kecamatan Paal Dua Deki Senduk mengatakan, perjalanan bangsa ini pernah diwarnai dengan terjadinya percobaan perebutan kekuasaan terhadap pemerintah berupa pemberontakan yang didalangi oleh PKI pada 1965, yang mengakibatkan gugurnya putra-putra terbaik bangsa. "Partai tersebut saat ini merupakan partai terlarang di Indonesia. Karena itu kita harus terus diingatkan agar tidak lalai."

Sementara, di Lapangan Kodam XIII Merdeka, beberapa Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulut menghadiri kegiatan doa bersama lintas agama yang dilaksanakan Kodam XIII Merdeka dan dilanjutkan nobar bersama Panglima Kodam XIII Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito, pimpinan ormas, tokoh agama, masyarakat, dan prajurit.
(zik)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak