Jurnalis Ajak Mahasiswa dan Masyarakat Perangi Hoax

Senin, 25 September 2017 - 09:13 WIB
Jurnalis Ajak Mahasiswa...
Jurnalis Ajak Mahasiswa dan Masyarakat Perangi Hoax
A A A
SEMARANG - Maraknya penyebaran berita hoax membuat prihatin kalangan jurnalis. Mereka berharap masyarakat termasuk para mahasiswa terlibat memerangi berita-berita hoax agar tidak semakin menyebar secara liar.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah Amir Machmud mengatakan, generasi milenial saat ini lebih fasih teknologi dan kuat di dalam egosentrisme. "Oleh sebab itu, kami berharap masyarakat terutama generasi muda harus pandai-pandai menyaring informasi ataupun berita-berita bernuansa provokatif, pornografi, dan lain sebagainya," kata Amir Machmud kepada SINDOnews, Senin (25/9/2017).

Menurut dia, merebaknya berita-berita hoax tak lepas dari perkembangan teknologi di era globalisasi. Pihaknya juga mendorong media dalam pemberitaannya lebih membangun logika, bukan opini. Karena, peran media bisa dilihat bagaimana menguatkan mindset kebangsaan yakni menjaga persatuan dan kesatuan. "Salah satu upaya menjauhkan dari budaya hoax, PWI melakukan literasi digital," kata Amir.

Ketua Kelompok Diskusi Wartawan (KDW) Jateng Rita Hidayati mengajak pers mahasiswa ikut berperan aktif dalam menangkal penyebaran berita-berita hoax yang semakin hari berkembang liar. Sebab itu, pihaknya mengundang para mahasiswa yang terlibat pengelolaan media di lingkungan kampus terlibat dalam Focus Group Discussion "Peran Pers Merajut Kebangsaan Indonesia Menghadapi Tantangan Global Ideologi" di Gedung Pers, Semarang, Sabtu (23/9/217) lalu.

"Kami berharap kegiatan tersebut bisa bermanfaat positif bagi pers mahasiswa. Tentunya lewat FGD ini, bisa meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi mahasiswa dalam mengelola media kampus secara sehat dan mencerdaskan," harapannya.

Selain Ketua PWI Jateng, FGD juga menghadirkan wartawan senior Soetjipto serta tokoh pers mahasiswa di era pergerakan Angkatan 66, Asmah Soetrisno, dan mantan Dandim 0733/BS Semarang Nugroho Sulistyo Budi.

Mereka menekankan agar pers harus lebih tanggap menyikapi persoalan-persoalan yang muncul, salah satunya penyebaran berita hoax, dengan mengedepankan kepentingan bangsa.
(zik)
Berita Terkait
Penyebar Hoax Minta...
Penyebar Hoax Minta Maaf, Pemkab Dairi: Kasus Segera Dihentikan Polda Sumut
Jangan Share Dahulu,...
Jangan Share Dahulu, Begini Cara Mengetahui Informasi Hoaks atau Bukan
Kominfo Ungkap Jumlah...
Kominfo Ungkap Jumlah Isu dan Sebaran Konten Hoaks Pekan Ini
Jangan Salah Info, Ribuan...
Jangan Salah Info, Ribuan Hoaks Covid-19 Masih Bertebaran di Medsos
Viral Video Hoaks Covid-19,...
Viral Video Hoaks Covid-19, Facebook Akui Butuh Waktu Lebih Lama Hapus Konten
Begini Cara Menangkal...
Begini Cara Menangkal Informasi Hoaks Soal Pemilu Versi Kominfo
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
1 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
2 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
2 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
4 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
11 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
11 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved