Usulan Djarot Soal Gubernur DKI Dipilih DPRD Tuai Polemik

Jum'at, 22 September 2017 - 19:05 WIB
Usulan Djarot Soal Gubernur...
Usulan Djarot Soal Gubernur DKI Dipilih DPRD Tuai Polemik
A A A
JAKARTA - Rencana perubahan UU No 29 Tahun 2007 tentang Pemprov DKI Jakarta sebagai Ibu Kota NKRI menuai polemik. Pasalnya, ada usulan pemilihan Gubernur DKI Jakarta tidak melalui sistem pemilu yang masuk dalam rancangan tersebut dianggap tidak demokratis.

Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan, jika usulan pemilihan Gubernur DKI tidak melalui sistem pemilu diakomodir dalam perubahan UU No 29/2007 tersebut, malah akan menjadi kemunduran bagi demokrasi.

"Usulan itu perlu ditolak dengan alasan apapun,” kata Uchok Sky Khadafi saat dihubungi Kamis, 22 September 2017 kemarin. Uchok menjelaskan, pemilihan langsung oleh DPRD atas usulan Presiden sangat rawan KKN lantaran sistemnya terbuka.

Selain itu, pemilihan tersebut juga dianggap merampas hak dan kedaulatan rakyat. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengusulkan Gubernur DKI Jakarta dipilih secara tidak langsung atau tidak dipilih langsung lagi oleh masyarakat masuk dalam Rancangan perubahan UU Nomor 29/2007 tentang Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibu Kota NKRI.

Mantan Wali Kota Blitar itu berpendapat kepala daerah Jakarta sangat mungkin ditentukan lewat DPRD dan diajukan oleh Presiden. Untuk wakil nantinya dipilih langsung oleh Gubernur terpilih. "Jadi tiga nama calon gubernur dipilih langsung oleh Presiden dan diajukan ke DPRD DKI. Ini untuk menjaga situasi Jakarta dan menyatukan pemerintah Jakarta dengan presiden,” kata Djarot dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Penyempurnaan Substansi RUU Revisi UU Nomor 29/2007 di Balai Kota pada Rabu, 20 September 2017 lalu.

Menurut Djarot, Jakarta sebagai Ibu Kota sudah selayaknya memiliki aturan sendiri soal pilkada berkaca pada panasnya kondisi politik perkotaan pada Pilkada 2017 lalu. Papua dan Aceh sudah lebih dulu memiliki masing-masing aturan di mana calon gubernur di Papua harus masyarakat yang berasal dari Papua dan calon gubernur Aceh harus bisa mengaji.

Jakarta sebagai urat syaraf Indonesia pun diharapkan bisa semakin kuat sehingga tidak mudah diobrak-abrik oleh pihak yang memiliki kepentingan. "Apalagi kemajuan teknologi informasi. Bagaimana berita hoax betul-betul membikin perut mual," ujarnya‎
(whb)
Berita Terkait
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Pemprov DKI Bongkar...
Pemprov DKI Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak, Anggaran Rp100 Miliar
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Empat Waduk untuk Antisipasi Banjir
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Kartu Peduli Anak dan Remaja Jakarta
Pemprov DKI Cabut KJP...
Pemprov DKI Cabut KJP dan KJMU yang Tidak Tepat Sasaran
Berita Terkini
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
45 menit yang lalu
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
1 jam yang lalu
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
1 jam yang lalu
Akses Jalan Medan Merdeka...
Akses Jalan Medan Merdeka Selatan ke Patung Kuda Ditutup Imbas Demo Serikat Pekerja
1 jam yang lalu
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
1 jam yang lalu
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
1 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved