5 Pegawai Pelni di Kupang Terjaring OTT Tim Saber Pungli Polda NTT

Selasa, 19 September 2017 - 20:54 WIB
5 Pegawai Pelni di Kupang...
5 Pegawai Pelni di Kupang Terjaring OTT Tim Saber Pungli Polda NTT
A A A
KUPANG - Tim Saber Pungli Polda Nusa Tenggara Timur melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap lima orang pegawai PT Pelni Cabang Kupang, Selasa (19/9/2017). Turut diamankan dalam OTT tersebut Kepala Bagian Operasi PT Pelni Cabang Kupang, berinisial WAM.

Mereka ditangkap saat sedang menjalankan aksi pungli di pintu masuk pelabuhan kepada para penumpang Kapal Motor Sabuk Nusantara 34 yang sedang bersandar di Pelabuhan Tenau, Kota Kupang yang hendak berlayar menuju Pulau Kiser.

Modus pungli yang digunakan para pelaku ialah dengan cara menaikkan biaya muat barang ke dalam kapal yang tidak sesuai dengan tarif yang telah ditentukan yakni pembayaran biaya muat barang tidak pada tempatnya atau undertable.

Usai melakukan OTT, langsung dibawa ke Mapolda NTT untuk dilakukan pemeriksaan mendalam terkait kejadian itu, penyidik juga langsung menggeledah dan menyegel ruang kasir dan ruang Kepala Administrasi Keuangan PT Pelni Cabang Kupang untuk mempermudah proses penyelidikan dan tidak menghilangkan barang bukti

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pihaknya kini mengamankan beberapa barang bukti diantaranya uang hasil pungli senilai Rp10 juta, brankas dan beberapa dokumen lainnya. Saat ini Penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda NTT masih melakukan pemeriksaan intensif kepada 11 orang saksi, termasuk Adrian, Kepala Cabang PT Pelni Kupang.

"Kita masih mengambil keterangan dari para saksi yang berjumlah sekitar 10 orang untuk selanjutnya dilakukan pendalaman terkait aksi pungutan liar yang terjadi di Pelabuhan Tenau Kupang ini. Saat ini penyidik masih terus mengorek keterangan karena ada yang tidak mau mengaku bahwa mereka melakukan pungli," pungkasnya.

Maria Angelina (40) penumpang asal Pulau Kiser, salah satu saksi korban pungli, saat memberikan keterangan di ruang SPKT Polda NTT mengatakan, setiap kali hendak naik kapal dirinya dan beberapa penumpang lain yang membawa barang dengan pikap dipungut biaya Rp150.000 hingga Rp1 juta.

Namun tidak pernah diberikan kuitansi pembayaran. Untuk itu dirinya berharap agar pemerintah serius membenahi pelayanan di pelabuhan agar praktik pungli ini tidak terjadi lagi.
(sms)
Berita Terkait
Warga Pulau Terluar...
Warga Pulau Terluar Pangkep Keluhkan Pungutan saat Sambut Kunjungan Pejabat
4 Pejabat di Kabupaten...
4 Pejabat di Kabupaten Tangerang Ditangkap Polisi karena Tersandung Kasus Korupsi
Satgas Saber Pungli...
Satgas Saber Pungli Ajak Masyarakat Aktif Laporkan Pungutan Liar
Deretan Korban Pungutan...
Deretan Korban Pungutan Liar Rumah Tahanan KPK
Satgas Saber Pungli...
Satgas Saber Pungli Ancam Tindak Tegas Pelaku Pungutan Liar Sektor Pelayaran
Mahfud MD: Satgas Saber...
Mahfud MD: Satgas Saber Pungli Masih Diperlukan untuk Berantas Korupsi
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
1 jam yang lalu
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
2 jam yang lalu
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
2 jam yang lalu
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
3 jam yang lalu
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
3 jam yang lalu
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved