Gelar Acara di TMII, Pepadi Ingin Kenalkan Anak Soal Pewayangan
Jum'at, 15 September 2017 - 06:15 WIB
Gelar Acara di TMII, Pepadi Ingin Kenalkan Anak Soal Pewayangan
A
A
A
JAKARTA - Acara selamatan dan kirab Agung Suro yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan menghadirkan sejumlah dalang cilik dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia. Hal itu untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada anak-anak sejak dini.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Persatuan Pendalangan Indonesia (Pepadi) Radiyo. Dalang cilik itu mulai dari usia 8 hingga 15 tahun.
"Pencerahan anak bangsa terhadap pentingnya karakter Indonesia meIaIui pendidikan 'budi pekerti' sangatlah penting. Nilai-nilai wayang diharapkan akan menjadi sarana pendidikan budi pekerti anak bangsa untuk dapat sejajar dengan bangsa Iain, serla merupakan program mendesak dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan," katanya di TMII, Jakarta, Kamis 14 September 2017.
Pepadi yang bekerja sama dengan TMII untuk pangelaran acara Festival Dalang Cilik (FDC) itu juga dibarengi dengan acara selamatan dan kirab Agung Suro yang dikemas dalam tajuk acara Suro mulai tanggal 21 September sampai 7 Oktober 2017.
Selain itu, kata dia, pihaknya akan mempergelarkan berbagai ragam wayang, antara Iain Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta, Yogyakarta, Jawatimuran, wayang Banyumasan, wayang kulit Cirebonan, wayang Menak Sasak, wayang golek Purwa, wayang kulit Indramayu, wayang Banjar, dan wayang Kulit Betawi.
Dia menambahkan, banyaknya peserta yang mengikuti Festival Dalang Bocah Tingkat Nasional tahun ini menandakan bahwa pertumbuhan sanggar-sanggar pedalangan cukup bagus dan regenerasi Dalang tidak mengkhawatirkan.
"Justru regenerasi Sinden dan pengrawit (nayaga) yang kian lama susah peminatnya. Dalang yang mendapat Nominasi terbaik akan mendapatkan apresiasi," lanjutnya.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Persatuan Pendalangan Indonesia (Pepadi) Radiyo. Dalang cilik itu mulai dari usia 8 hingga 15 tahun.
"Pencerahan anak bangsa terhadap pentingnya karakter Indonesia meIaIui pendidikan 'budi pekerti' sangatlah penting. Nilai-nilai wayang diharapkan akan menjadi sarana pendidikan budi pekerti anak bangsa untuk dapat sejajar dengan bangsa Iain, serla merupakan program mendesak dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan," katanya di TMII, Jakarta, Kamis 14 September 2017.
Pepadi yang bekerja sama dengan TMII untuk pangelaran acara Festival Dalang Cilik (FDC) itu juga dibarengi dengan acara selamatan dan kirab Agung Suro yang dikemas dalam tajuk acara Suro mulai tanggal 21 September sampai 7 Oktober 2017.
Selain itu, kata dia, pihaknya akan mempergelarkan berbagai ragam wayang, antara Iain Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta, Yogyakarta, Jawatimuran, wayang Banyumasan, wayang kulit Cirebonan, wayang Menak Sasak, wayang golek Purwa, wayang kulit Indramayu, wayang Banjar, dan wayang Kulit Betawi.
Dia menambahkan, banyaknya peserta yang mengikuti Festival Dalang Bocah Tingkat Nasional tahun ini menandakan bahwa pertumbuhan sanggar-sanggar pedalangan cukup bagus dan regenerasi Dalang tidak mengkhawatirkan.
"Justru regenerasi Sinden dan pengrawit (nayaga) yang kian lama susah peminatnya. Dalang yang mendapat Nominasi terbaik akan mendapatkan apresiasi," lanjutnya.
(mhd)