Delapan Desa di Kabupaten Bekasi Dilanda Krisis Air Bersih

Kamis, 14 September 2017 - 04:21 WIB
Delapan Desa di Kabupaten...
Delapan Desa di Kabupaten Bekasi Dilanda Krisis Air Bersih
A A A
BEKASI - Bencana kekeringan terus menghantui warga Kabupaten Bekasi. Ribuan orang setiap hari kesulitan mendapatkan air bersih lantaran sumber air mengering.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, ada delapan desa di empat kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Masing-masing, Desa Ridhomanah, Desa Ridhogalih, Desa Sirnajati, Desa Sindangmulya (Kecamatan Cibarusah).

Selanjutnya, Desa Nagasari, Desa Nagacipta (Kecamatan Serang Baru), Desa Sukadami (Kecamatan Cikarang Selatan), dan Desa Pantai Mekar (Kecamatan Muara Gembong). Total warga yang terdampak kekeringan sebanyak 3.259 kepala keluarga (KK).

"Dampak kekeringan terparah dirasakan warga di Kecamatan Cibarusah dan Kecamatan Serang Baru," kata petugas BPBD Kabupaten Muhammad Furqon saat mendampingi peninjauan kekeringan oleh Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi pada Rabu, 13 September 2017 kemarin.

Dalam peninjauan kekeringan tersebut, BPBD membawa empat tanki air bersih, masing-masing berkapasitas 5.000 liter, ke Desa Rhidomanah dan Desa Rhidogalih, Kecamatan Cibarusah. Menurut Furqon, tidak hanya kali ini saja pihaknya mengirimkan bantuan air bersih.

Petugas hampir setiap hari menyambangi wilayah-wilayah kekeringan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Warga yang terdampak kekeringan memang tidak bisa mengandalkan pasokan air bersih dari pemerintah. Mereka juga melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari. Salah satunya dengan membuat sebuah sumur buatan atau biasa disebut kobakan.

Ketua RT 02/01, Kampung Ciketuk, Desa Sirnajati, Rohman Gobel mengatakan, kolam buatan atau kobakan yang dibuat warga berada di pinggir kali Cihoe. Letaknya, berada dibawah pemukiman warga dengan kedalaman 30 meter. Menurutnya, warga menggunakan ember atau jeriken untuk mengambil air dari kobakan tersebut.

“Lokasinya lumayan bikin pegal dengan kedalaman 30 meter, bolak-balik dua kali juga sudah capek banget. Lagi juga, air kobakan yang warga ambil cuma bisa buat cuci beras belum buat cuci baju dan buat mandi,” kata Rohman.

Rohman beharap pemerintah lebih sering mengirimkan bantuan air bersih. Sebab, sejak tiga bulan terjadi kekeringan, kampungnya baru sekali menerima bantuan dari kecamatan.
(whb)
Berita Terkait
PPKM Darurat, KUA Kabupaten...
PPKM Darurat, KUA Kabupaten Bekasi Tutup Layanan Daftar Nikah
Pengadilan Negeri Cikarang...
Pengadilan Negeri Cikarang Gelar Sidang di Tempat Periksa Pasar Induk Cibitung
Danrem 051/Wijayakarta...
Danrem 051/Wijayakarta Resmikan Gedung Baru Koramil 05 Cibitung
Cegah Corona, PLN UP3...
Cegah Corona, PLN UP3 Cikarang Minta Pelanggan Lakukan Baca Meter Mandiri
Tata Mal Pelayan Publik,...
Tata Mal Pelayan Publik, Bekasi Anggarkan Rp2,9 Miliar
Tidak Prosedural, Mendagri...
Tidak Prosedural, Mendagri Kembalikan Hasil Pemilihan Wabup Bekasi ke Pemprov Jabar
Berita Terkini
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
34 menit yang lalu
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
45 menit yang lalu
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
47 menit yang lalu
Ketum KBPP Polri: Demokrasi...
Ketum KBPP Polri: Demokrasi Harus Bermartabat, Stabilitas Nasional Harus Dijaga
59 menit yang lalu
Motif Penculikan Lansia...
Motif Penculikan Lansia 70 Tahun di PIK karena Dendam Asmara Tak Direstui
1 jam yang lalu
Ini Tuntutan BEM SI...
Ini Tuntutan BEM SI Kerakyatan Jakarta saat Demo di Depan Gedung DPR
1 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved