Gubernur Djarot Minta Rumah Sakit Tak Utamakan Keuntungan

Senin, 11 September 2017 - 15:40 WIB
Gubernur Djarot Minta...
Gubernur Djarot Minta Rumah Sakit Tak Utamakan Keuntungan
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menegaskan, setiap rumah sakit harus mengedepankan pelayanan yang baik kepada pasien. Selain itu, juga perlu adanya penanganan yang proporsional.

"Kemudian kalau memberikan penanganan pada pasien, itu yang proporsional. Kalau enggak perlu operasi, enggak usah operasi. Ya enggak? Kalau perlu pengobatan, tidak harus semuanya dengan hitung-hitungan, diberikan penanganan berlebih sehingga biayanya mahal," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/9/2017).

Djarot menduga, ada permainan di rumah sakit untuk mendapatkan keuntungan dari penolongan yang tidak proporsional itu.

"Ini lho kadang-kadang. Saya lama jadi kepala daerah jadi saya tahu, kadang-kadang. ya, kadang-kadang faktor keuntungan lebih didahulukan. Misalnya luka sedikit saja misalnya tulang yang tidak perlu dioperasi harus dioperasi, apalagi ditarik dikit saja bisa, misalnya," tegas Djarot.

Dia tak membedakan antara rumah sakit milik pemerinrah maupun swasta. Yang jelas, kata Djarot, setiap rumah sakit harus memberikan pertolongan pertama untuk kasus pasien seperti bayi Tiara Debora yang berusia 4 bulan yang meninggal di RS Mitra Keluarga Kalideres.

"Janganlah bahwa bagaimanpun juga meskipun rumah sakit swasta dia harus punya misi sosial. Ini bukan hanya untuk rumah sakit yang bersangkutan (RS Mitra Keluarga Kalideres) yang sekarang terkait itu tapi untuk semua rumah sakit," tambahnya.

Buntut kasus Demora, kata Djarot, pihaknya meminta seluruh rumah sakit bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Memang tidak ada, sekarang ini kan akan kita paksakan, dorong rumah sakit swasta itu ikut gabung kepada BPJS kesehatan. yang wajib itu rumah sakit milik pemerintah, rumah sakit swasta ini harus kita dorong juga. karena kita harap 2019 semua warga negara itu dijamin penanganan kesehatannya," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
UU Omnibus Kesehatan:...
UU Omnibus Kesehatan: Terdiagnosa Cacat Kongenital
Sisi Buram Pelayanan...
Sisi Buram Pelayanan Kesehatan Masyarakat Tanpa Mandatory Spending
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Peduli Kesehatan Masyarakat Suku Baduy
Rekonstruksi Sistem...
Rekonstruksi Sistem Kesehatan: Menanti Perdebatan Capres dan Cawapres 2024
Upaya Bumame Dekatkan...
Upaya Bumame Dekatkan Layanan Kesehatan dengan Keseharian Masyarakat
Menghadirkan Gagasan...
Menghadirkan Gagasan Keadilan Kesehatan dalam Perdebatan Pilpres 2024
Berita Terkini
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
5 jam yang lalu
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
6 jam yang lalu
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
7 jam yang lalu
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
8 jam yang lalu
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
9 jam yang lalu
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
9 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved