Bandara Baru Kulon Progo Yogyakarta Rawan Gempa dan Tsunami

Selasa, 29 Agustus 2017 - 15:22 WIB
Bandara Baru Kulon Progo...
Bandara Baru Kulon Progo Yogyakarta Rawan Gempa dan Tsunami
A A A
YOGYAKARTA - Bandara baru di Kulon Progo Yogyakarta merupakan lokasi yang memiliki potensi bencana cukup tinggi, seperti gempa bumi dan tsunami. Sebab, jarak antara bandara dan bibir pantai hanya sekitar 200 meter.

Kepala Pusat Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Jaya Murjaya tidak menyanggah selatan Jawa merupakan tempat yang memiliki kerawanan tinggi terhadap bencana tersebut, termasuk bandara baru yang tengah dalam pembangunan. “Bangunan harus tahan gempa. Bangunan bisa rusak karena gempa, tapi tidak boleh roboh,” katanya dalam Seminar 'Potensi Bahaya Gempa Bumi dan Tsunami dan Metode Mitigasi Bandara Kulon Progo di University Club UGM Yogyakarta, Selasa (29/8/2017).

Kepala Pusat Peneliti Geo Tsunami Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Eko Yulianto juga mengakui hal itu. Meski demikian, perlu ada kajian komprehensif dalam analisis risiko bencana. “Kita tahu selatan Jawa risiko bencananya tinggi. Ibarat kita kendarai motor risikonya jatuh. Apa yang musti dilakukan, gunakan pelindung tubuh, helm, dan lainnya,” katanya.

Asisten Debuti Pelayanan Perikanan dan Pariwisata Kemenko Maritim, Rahman Hidayat menyampaikan, isu lokasi bandara di Kulon Progo rentan bencana memunculkan polemik. Bahkan, dijadikan amunisi baru dalam menentang pembangunan. “Kami tidak dalam posisi mendukung atau menolak, ini sudah groundbreaking, jadi jalan terus,” katanya.

Masalah tsunami dan gempa, kata dia, sudah terkonfirmasi. Itu dijadikan kajian untuk melakukan antisipasi, termasuk mitigasi bencana yang cocok diterapkan. “Pembangunan bandara termasuk infrastruktur strategis sehingga perlu mengatasi langkah yang perlu dikerjakan selanjutnya,” katanya.

Sementara dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Widjo Kongko menyampaikan, perlu cara jitu dalam meminimalisasi risiko bencana. Secara teknis, bisa dilakukan dengan menanam pohon kasuarina atau cemara udang di bibir pantai. “Bisa juga membangun mangrove, membuat kolam penahan tsunami. Tsunami skala besar tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu solusi. Ini tugas kita bersama,” tandasnya.

Bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) saat ini sudah mulai dikerjakan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peletakan batu pertama pembangunan bandara itu pada akhir Januari 2017 lalu. Bandara itu ditargetkan sudah beroperasi pada bulan Mei tahun 2019 nanti.
(mcm)
Berita Terkait
Pembangunan Capai 60...
Pembangunan Capai 60 Persen, Bandara Singkawang Ditargetkan Beroperasi di Awal 2024
Presiden Jokowi Resmikan...
Presiden Jokowi Resmikan Bandara Toraja Senilai Rp800 M
Pembangunan Bandara...
Pembangunan Bandara Baru Kediri Resmi Dimulai
Pembangunan Bandara...
Pembangunan Bandara Kediri Gunakan Skema KPBU
Cari Tahu Kelanjutan...
Cari Tahu Kelanjutan Pembangunan Bandara di Sebuai, Anggota Dewan Sambangi Bappedalitbang Kalteng
Proyek Bandara VVIP...
Proyek Bandara VVIP IKN Siap Dilelang Dini, Cek Jadwalnya
Berita Terkini
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
1 jam yang lalu
Peringatan Dini Tsunami...
Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Kaltim Pasca Gempa M7,7
1 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
11 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
12 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
12 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
12 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved