Penyakit ISPA di Palembang Masih Tinggi

Senin, 28 Agustus 2017 - 00:22 WIB
Penyakit ISPA di Palembang...
Penyakit ISPA di Palembang Masih Tinggi
A A A
PALEMBANG - Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Palembang, Sumatera Selatan, masih cukup tinggi diderita oleh masyarakat kota pempek ini.

Berdasarkan laporan penyakit yang ditangani pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Palembang, penderita penyakit ISPA masih menduduki peringkat pertama.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, dr Letizia mengungkapkan, tingginya penderita ISPA disebabkan masih banyak masyarakat yang kurang perduli terhadap pola hidup sehat.

Meskipun masih cukup tinggi, dirinya bersyukur instansi pemerintah lainnya berhasil menekan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), angka penderita ISPA di Palembang mulai berkurang.

"Tapi masyarakat harus tetap mewaspadai kondisi cuaca saat ini, antara musim kemarau dan memasuki musim hujan," jelas dia.

Selain itu, dikatakan dia, hubungan antara status gizi dengan kejadian ISPA juga sangat erat. Untuk itu masyarakat diminta jaha kesehatan dan asupan makanan yang dikonsumsi.

"Dan faktor kebersihan lingkungan juga menjadi faktor utama timbulnya berbagai macam penyakit termasuk infeksi saluran pernapasan," kata dia.

Dia menjelaskan, ISPA adalah proses infeksi akut berlangsung selama 14 hari, yang disebabkan oleh mikro organisme dan menyerang salah satu bagian, dan atau lebih dari saluran napas, mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah), termasuk jaringan adneksanya, seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura.

Gejala awal yang timbul biasanya berupa batuk pilek, yang kemudian diikuti dengan napas cepat dan napas sesak. Pada tingkat yang lebih berat terjadi kesukaran bernapas dan tidak dapat minum.

Usia balita adalah kelompok yang paling rentan dengan infeksi saluran pernapasan. Kenyataannya bahwa angka morbiditas dan mortalitas akibat ISPA, masih tinggi pada balita di Negara berkembang.

Indonesia, selalu menempati urutan pertama penyebab kematian pada kelompok bayi dan balita. Selain itu ISPA juga sering berada pada daftar 10 penyakit terbanyak di rumah sakit.

"Kami berharap agar masyarakat menjaga pola makannya, seperti memperbanyak makan sayur dan buah. Karena ISPA ini masih mendominasi penyakit yang ditangani rumah sakit dan Puskesmas," imbau dia.
(rhs)
Berita Terkait
SMC RS Telogorejo Semarang...
SMC RS Telogorejo Semarang Luncurkan 3 Inovasi Pelayanan Kesehatan
Kehadiran dan Ketersediaan...
Kehadiran dan Ketersediaan Layanan Kesehatan Dinilai Penting
Jabat Ketua PW IAMARSI,...
Jabat Ketua PW IAMARSI, Willi Putra Siap Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Momentum Benahi Pelayanan...
Momentum Benahi Pelayanan Kesehatan
Beroperasi, Klinik Nuhrintama...
Beroperasi, Klinik Nuhrintama Diharap Tunjang Pelayanan Kesehatan di Gowa
Warga Kampung Nelayan...
Warga Kampung Nelayan Surabaya Serbu Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
5 menit yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
21 menit yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
39 menit yang lalu
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
46 menit yang lalu
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
1 jam yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
1 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved