Pemprov DKI Pusing Turuti Permintaan Warga Ingin Pemakaman di Tengah Kota
Sabtu, 26 Agustus 2017 - 15:06 WIB
Pemprov DKI Pusing Turuti Permintaan Warga Ingin Pemakaman di Tengah Kota
A
A
A
JAKARTA - Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Djafar Muchlisin mengatakan kebutuhan tanah makam di Ibu Kota sangat tinggi. Sebab, kata dia, dalam sehari itu ada sekitar seratus orang tutup usia. Sehingga pihaknya membutuhkan lahan untuk menguburkan mereka.
"Sebetulnya kebutuhan makam kita ini tinggi. Karena setiap hari saja diperkirakan 100 orang meninggal dunia di Jakarta. Sehingga diperlukan lahan," ujarnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (25/8/2017).
Ia menambahkan, ada permasalahan yang belum ditemukan solusinya, yaitu banyak permintaan dari keluarga ahli waris yang ingin menguburkan jenazah di pusat kota. Padahal, ketersediaan lahan di tengah kota itu sudah sangat minim.
"Masalahnya sekarang pihak keluarga ahli waris itu menginginkan lokasi strategis sama halnya pilih rumah, seperti Tanah Kusir, Karet Bivak, Menteng Pulo, Pondok Kelapa," imbuhnya.
Ia mengimbau kepada pihak keluarga yang ditinggalkan saudaranya menuju panggilan sang Illahi untuk tak memilih - memilih tempat penguburan. Kata dia, pemakaman di pinggiran Ibu Kota tidak banyak diminati masyarakat, seperti di Pondok Rangon, Jakarta Timur.
"Padahal masih ada di pinggiran seperti di Srengseng, Jakarta Selatan, masih luas. Kemudian di Pondok Ranggon, kemudian di Tegal Alur, ini masih luas. Rata-rata meminta di tengah kota," pungkasnya.
"Sebetulnya kebutuhan makam kita ini tinggi. Karena setiap hari saja diperkirakan 100 orang meninggal dunia di Jakarta. Sehingga diperlukan lahan," ujarnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (25/8/2017).
Ia menambahkan, ada permasalahan yang belum ditemukan solusinya, yaitu banyak permintaan dari keluarga ahli waris yang ingin menguburkan jenazah di pusat kota. Padahal, ketersediaan lahan di tengah kota itu sudah sangat minim.
"Masalahnya sekarang pihak keluarga ahli waris itu menginginkan lokasi strategis sama halnya pilih rumah, seperti Tanah Kusir, Karet Bivak, Menteng Pulo, Pondok Kelapa," imbuhnya.
Ia mengimbau kepada pihak keluarga yang ditinggalkan saudaranya menuju panggilan sang Illahi untuk tak memilih - memilih tempat penguburan. Kata dia, pemakaman di pinggiran Ibu Kota tidak banyak diminati masyarakat, seperti di Pondok Rangon, Jakarta Timur.
"Padahal masih ada di pinggiran seperti di Srengseng, Jakarta Selatan, masih luas. Kemudian di Pondok Ranggon, kemudian di Tegal Alur, ini masih luas. Rata-rata meminta di tengah kota," pungkasnya.
(ysw)