BPTJ Minta Angkutan Konvensional dan Aplikasi Bersinergi

Jum'at, 25 Agustus 2017 - 02:32 WIB
BPTJ Minta Angkutan...
BPTJ Minta Angkutan Konvensional dan Aplikasi Bersinergi
A A A
JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) meminta pengelola angkutan konvensional dan aplikasi dapat bersinergi. Sinergitas tersebut bertujuan agar usaha dua jenis transportasi itu tetap berjalan harmonis.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, tetap mendorong adanya sinergi antara moda transportasi berbasis online dengan konvensional. Meski Mahkamah Agung (MA) mengabulkan gugatan terhadap Peraturan Menteri Perhubungan No 26/2017 terkait transportasi online, BPTJ menganggap proses sinergi itu penting agar aktivitas usaha antara dua jenis transportasi itu masih tetap bisa berjalan.

"Ada atau tidak ada Permenhub No 26 itu kami tetap dorong mereka supaya bersinergi," ungkap Kepala BPTJ Bambang Prihartono di Jakarta pada Kamis, 24 Agustus 2017 kemarin. Bambang mencontohkan kolaborasi yang dilakukan oleh Go-jek dengan Blue Bird sebagai model kerja sama dan sinergi yang ideal antara dua kelompok usaha tersebut.

Kerja sama itu ditujukan agar aktivitas masing-masing perusahaan bisa tetap berjalan dan saling melengkapi. Sebagai kawasan yang menjadi barometer nasional, Bambang berharap kerja sama seperti itu bisa ditiru di daerah lain.

Dia yakin sinergi usaha antara Go-Jek dengan Blue Bird yang sukses di Jabodetabek, maka peluang untuk sukses di daerah lain juga cukup besar. Apalagi singgungan antara transportasi online dengan konvensional banyak terjadi di daerah-daerah lain. "Jabodetabek itu bisa dijadikan barometer, kalau di sini sukses maka sangat mungkin diterapka di daerah lain," ujar dia.

Terpisah, sosiolog dari Universitas Negeri Sebelas Maret Drajad Tri Kartono mengatakan, keberadaan transportasi online merupakan buah dari adopsi inovasi yang terus berkembang di masyarakat. Menurutnya, inovasi itu juga bagian dari perkembangan budaya yang erat kaitannya dengan teknologi.

"Itu fakta sosiologis dan tidak bisa dilawan. Kalau dilawan juga hanya akan bertahan beberapa saat saja," ujarnya. Pemerintah di berbagai daerah seperti Salatiga, Magelang, Sukabumi, hingga Batam bisa mencari jalan tengah atas kondisi terseut.

Drajad juga menyatakan pemerintah harus merangkul seluruh pemangku kepentingan agar keputusan yang diambil merupakan yang terbaik bagi masyarakat maupun pelaku usaha. "Karena kenyataannya keberadaan teknologi itu memang dibutuhkan," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Lin Kuning di Jember...
Lin Kuning di Jember Disulap Jadi Angkutan Umum Sultan
Capek Antre Tiket Bus?...
Capek Antre Tiket Bus? Platform Ini Ubah Perjalananmu Jadi Lebih Asyik dan Hemat
Angkutan Umum Naikkan...
Angkutan Umum Naikkan Tarif, Dirjen Hubdat: Itu Mekanisme Pasar
Menhub Izinkan Angkutan...
Menhub Izinkan Angkutan Umum Kembali Beroperasi Besok
4 Artis yang Suka Naik...
4 Artis yang Suka Naik Kendaraan Umum
Miris, Usaha Angkutan...
Miris, Usaha Angkutan Umum di Semarang Mati Suri
Berita Terkini
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
1 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
1 jam yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
2 jam yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
2 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved