Emil Tidak Terima Komunikasi Politiknya Disebut Buruk

Rabu, 23 Agustus 2017 - 14:40 WIB
Emil Tidak Terima Komunikasi...
Emil Tidak Terima Komunikasi Politiknya Disebut Buruk
A A A
BANDUNG - Sejak 19 Maret 2017, Ridwan Kamil resmi didukung Partai Nasional Demokrat (NasDem) untuk menjadi calon gubernur Jawa Barat. Namun, hingga kini pria yang akrab disapa Emil itu belum memperoleh tambahan dukungan dari partai lain. Komunikasi politik Emil pun dicap buruk.

Seperti diketahui, Emil masih butuh 15 kursi DPRD Jawa Barat lagi agar bisa melenggang ke Pilgub Jabar 2018. Hal ini karena Partai NasDem hanya memiliki lima kursi di DPRD Jabar.

Menurut Emil, komunikasi politik yang dilakukan dengan sejumlah parpol untuk menyamakan kesepahamanan masih terus dilakukan. "Partai itu banyak sekali yang harus didatangi. Mulai DPP, DPD, ketua umumnya. Saya itu sudah 50 kali berkomunikasi dengan orang yang berbeda-beda. Jadi kalau dibilang tidak komunikasi, tidak betul," kata Emil seusai rapat kewilayahan bersama lurah dan camat untuk menghadapi Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan di Pendopo Bandung, Rabu (23/8/2017).

Menurut dia, komunikasi politik yang dilakukan selama ini memang menghasilkan ekspektasi yang berbeda-beda, ada yang terpenuhi ada yang tidak. Namun, dirinya akan memperbaiki dan menambah intensitas komunikasi politik dengan parpol lain yang memang dianggap masih kurang. "Kalau memang ada masukan saya akan terima. Tapi, kalau dibilang buruk, saya tidak terima," tegas dia.

Emil mengatakan, selama proses menuju Pilgub Jabar, pertemuan dengan parpol sudah dilakukan di tingkat pusat maupun provinsi. Komunikasi ini wajib dilakukan karena dia tidak punya partai.

"Minimal sudah 30 kali saya berkomunikasi. Jika ada yang belum, mungkin nanti saya akan tingkatkan lagi intensitas komunikasinya," tandas Emil.

Beberapa waktu lalu, DPD Partai Hanura Jawa Barat mengkritisi Ridwan Kamil yang dinilai lemah dalam berkomunikasi politik. Akibatnya, Hanura memilih berpikir ulang mengusung Ridwan Kamil ke Pilgub Jabar 2018.
(zik)
Berita Terkait
Alasan Anies Baswedan...
Alasan Anies Baswedan Tak Jadi Maju Pilkada Jawa Barat 2024
KPU dan Pemprov Jabar...
KPU dan Pemprov Jabar Sepakati Dana Pilgub 2024 Capai Rp1,104 Triliun
Nyoblos di Bandung,...
Nyoblos di Bandung, Ridwan Kamil Harap Pemimpin Jabar ke Depan Dapat Lanjutkan Prestasi
KPU Jabar Tetapkan 35.966.840...
KPU Jabar Tetapkan 35.966.840 Pemilih di Pilkada Jabar 2024
PDIP Incar Kursi Cawagub...
PDIP Incar Kursi Cawagub di Pilkada Jawa Barat
Diduga Kelelahan, 6...
Diduga Kelelahan, 6 Petugas Pilkada di Jawa Barat Meninggal
Berita Terkini
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
5 jam yang lalu
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
8 jam yang lalu
Kejati Jakarta Tetapkan...
Kejati Jakarta Tetapkan Tersangka Baru Perkara Proyek Fiktif di Kementerian PU, Negara Rugi Rp16 Miliar
8 jam yang lalu
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
10 jam yang lalu
Komitmen Perkuat UMKM...
Komitmen Perkuat UMKM dan Lapangan Kerja, Bupati Rudy Susmanto Raih Penghargaan Nasional!
10 jam yang lalu
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Polda Metro: Tak Serta Merta Penyidikan Jadi Tidak Sah
11 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved