DKI Disarankan Tunda Perluasan Pembatasan Sepeda Motor

Senin, 21 Agustus 2017 - 21:54 WIB
DKI Disarankan Tunda...
DKI Disarankan Tunda Perluasan Pembatasan Sepeda Motor
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta disarankan menunda kebijakan perluasan larangan sepeda motor hingga Bundaran Senayan dan sistem ganjil genap di Jalan HR Rasuna Said hingga tahun depan. Dua kebijakan tersebut baru bisa diterapkan setelah pembangunan infrastruktur underpass, flyover dan konstruksi Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT) selesai.

Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Nirwono Joga mengatakan, kebijakan Pemprov DKI memperluas larangan sepeda motor hingga ke Bundaran Senayan belum pantas dilakukan meski sudah lama diwacanakan."Sebaiknya ditunda sampai dengan awal tahun depan setelah pembangunan infrastruktur underpass, flyover dan konstruksi LRT, MRT selesai," kata Nirwono kepada SINDOnews, Senin (21/8/2017).

Pada saat bersamaan, lanjut Nirwono, Pemprov DKI menerapkan e-parking secara luas, zonasi parkir, pembangunan park and ride yang lebih banyak di lokasi strategis. Termasuk percepatan penerapan Electronic Road Pricing (ERP).

"Masih banyak pekerjaan rumah yang belum selesai. Pengendara sepeda motor dipindahkan ke jalur alternatif. Jalur alternatif yang mana? Semuanya sudah macet akibat pembangunan infrastruktur. Kalau dipaksakan ya potensi pungutan liar semakin masif karena pasti banyak pelanggaran," ungkapnya.

Nirwono menjelaskan, pada 2014 lalu Pemprov DKI telah mewacanakan penerapan larangan sepeda motor di Jalan Merdeka Barat hingga ke Bundaran Senayan. Hasilnya, penerapan hanya dilakukan dari Jalan Merdeka Barat hingga Bundaran HI lantaran belum adanya revitalisasi angkutan umum dan kurangnya fasilitas pendukung lain.

Hingga saat ini, revitalisasi angkutan umum belum berjalan, khususnya bus sedang dan kecil. Pembangunan trotoar dan jalur sepeda hingga penambahan 1.000 bus sedang yang dijanjikan pun tak kunjung terlihat.

"Revitalisasi bus sedang (penggabungan manajemen Metromini dan lain-lain) berhenti, integrasi dengan angkot perbatasan secara keseluruhan juga belum maksimal," ucapnya‎
(whb)
Berita Terkait
Ini Deretan Jenis Sepeda...
Ini Deretan Jenis Sepeda Motor yang Dilarang Beli Pertalite
Tips Memilih dan Merawat...
Tips Memilih dan Merawat Ban Sepeda Motor
Pasar Motor Lesu, Suzuki...
Pasar Motor Lesu, Suzuki Beri Kode ke Pemerintah: Turunkan Bunga, Penjualan Bisa Melesat 10%!
Pasar Sepeda Motor Nasional...
Pasar Sepeda Motor Nasional Kirim Sinyal Bahaya, Penjualan Kumulatif 2025 Terkoreksi di Tengah Tekanan Ekonomi
Penjualan Motor Maret...
Penjualan Motor Maret 2025 Anjlok! Target 6,5 Juta Unit Tidak Tercapai?
Tahta Bergoyang Sang...
Tahta Bergoyang Sang Raja Jalanan: Honda Dominasi Pasar Motor, tapi Penjualan Mulai Kehilangan Tenaga
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
55 menit yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
2 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
4 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
4 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved