Belum Difungsikan, Rusunawa Senilai Rp23 Miliar Sudah Rusak

Kamis, 10 Agustus 2017 - 20:23 WIB
Belum Difungsikan, Rusunawa...
Belum Difungsikan, Rusunawa Senilai Rp23 Miliar Sudah Rusak
A A A
TRENGGALEK - Proyek pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di kawasan wisata Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur masih belum bisa dinikmati warga setempat. Meski telah kelar dibangun sejak akhir tahun lalu, namun hingga saat ini rusunawa itu masih belum beroperasional.

Proyek pembangunan rusunawa yang berada di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo ini merupakan hasil bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2016 lalu dengan anggaran pembangunan mencapai Rp23 miliar. Akhir tahun lalu, proyek pembangunan rusun yang hanya berjarak kurang dari 200 meter dari bibir pantai telah kelar.

Namun sejak pembangunannya kelar, pemerintah daerah setempat tak segera memfungsikan. Akibatnya, sebagian bangunan rusun yang terdiri dari 60 lokal tersebut mulai mengalami kerusakan.

Pantauan KORAN SINDO, bangunan yang berhimpitan dengan lapangan sepakbola itu terlihat tak terurus. Selain kondisi yang kotor, beberapa bagian atap lantai bawah mulai rusak. Bangunan empat lantai itu juga mengalami beberapa kerusakan di ruangan lain.

Bahkan, salah satu pintu ruangan di lantai 2 juga sudah terlepas. Di sana-sisi terlihat bagian gedung yang mulai mengalami kerusakan lantaran tak ada penjagaan dan perawatan pasca pmbangunan.

Aset bernilai puluhan miliar tersebut juga tak dijaga. Warga bisa keluar masuk hingga lantai teratas lantaran akses masuk gedung tak terkunci. Meski begitu, 60 unit kamar yang masing-masing berukuran 36 meter persegi dan telah terisi meubeler itu terkunci rapat.

Kendati demikian, tampak ada beberapa jendela kamar yang terbuka walaupun gedung ini masih belum berpenghuni. Warga setempat menyebut, bangunan rusunawa ini justru banyak didatangi pemuda dan pemudi untuk kegiatan yang negatif.

Salah satu warga menyebut, di dalam bangunan gedung sering ditemukan botol minuman keras. Tak hanya itu, gedung tersebut juga kerap terlihat dimasuki pasangan muda-mudi.

Menurut warga yang meminta namanya tak disebut ini, sulit dibantah jika bangunan tersebut justru menjadi tempat maksiat.

”Sering ada kumpulan pemuda cangkrukan dengan botol minuman keras. Lokasinya memang dekat dengan wisata, sehingga sangat rawan dimanfaatkan orang lain sebagai tempat maksiat,” kata sumber ini.

Sumber ini juga menyebut, warga tak mengetahui apa alasan tidak difungsikannya gedung megah itu. Sebagian warga sudah berharap agar gedung ini bisa ditempati warga dengan sistem sewa. Namun sejauh ini belum ada kejelasan soal kapan dioperasikannya gedung tersebut.

”Belum ada pendataan siapa yang bakal menghuni. Kalau dibiarkan terus akan semakin rusak dan justru menjadi tempat maksiat. Lihat saja, semua orang dengan mudah masuk ke gedung itu karena tidak ada pengawasan,” timpalnya.

Bupati Trenggalek Emil Dardak mengatakan, saat ini rusunawa memang masih belum difungsikan. Namun secepatnya rusun yang diharapkan bisa menampung warga yang tak memiliki tepat tinggal yang sah tersebut bakal difungsikan.

”Ini sudah tahap menyepakati bersama (dengan calon penghuni). Kita sudah sampaikan berapa biaya sewa per bulannya di kisaran di bawah Rp200 ribu,” timpal Emil Dardak dihubungi KORAN SINDO, Kamis (10/8/2017).

Dia mengaku tak menemui kendala soal penentuan penguni rusunawa meski hingga delapan bulan selesai pembangunan, proses relokasi warga belum terealisasi. Dia beralasan, ada proses-proses yang harus dilakukan untuk itu.

”Jadi gak asal comot. Banyak warga yang tertarik dengan rusun itu, bahkan melebihi kapasitas. Soal lokasinya yang kotor, ini akan menjadi koreksi kami karena pemeliharaan menjadi tanggung jawab kita. Petugas penjaga (keamanan) sebenarnya juga sudah ada,” tukasnya.
(poe,whb)
Berita Terkait
Respon OTT KPK, Presiden:...
Respon OTT KPK, Presiden: Tiap Proyek Besar Pasti Ada Masalah
Soal OTT Proyek Kereta...
Soal OTT Proyek Kereta Trans Sulawesi, Jokowi: Tak Mungkin Semua Proyek Tak Ada Masalah
Tak Ada Masalah Hukum,...
Tak Ada Masalah Hukum, Luhut Minta Proyek PSEL Jalan Terus
Pembebasan Lahan, Masalah...
Pembebasan Lahan, Masalah Klasik Penghambat Proyek Kereta Api di Sulsel
Berjalan Satu Dekade,...
Berjalan Satu Dekade, Proyek CPEC China Pakistan Diwarnai Beragam Masalah
KPK Diminta Soroti Dugaan...
KPK Diminta Soroti Dugaan Masalah Proyek di Dua Eks Stafsus Milenial
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
10 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
13 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
14 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
14 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
15 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
15 jam yang lalu
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved