Izin Lengkap, Pengurus Minta Pembangunan Masjid Imam Ahmad Dilanjutkan

Selasa, 08 Agustus 2017 - 23:01 WIB
Izin Lengkap, Pengurus...
Izin Lengkap, Pengurus Minta Pembangunan Masjid Imam Ahmad Dilanjutkan
A A A
BOGOR - Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Imam Ahmad bin Hanbal, Ustadz Tengku Ali bersikukuh akan tetap melanjutkan pembangunan masjid ini, karena seluruh perijinan yang dibutuhkan sudah lengkap.

"Bangunan yang akan kita dirikan ini adalah untuk umat muslim, yaitu rumah Allah, untuk melakukan ibadah. Jika rumah Allah diganggu, mereka akan kami sadarkan," katanya kepada wartawan di lokasi pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal (MIHA) di Jalan Pandu Raya, Kota Bogor, Selasa (8/8/2017).

Pihaknya juga menepis terkait adanya anggapan penolakan warga tersebut karena masjid ini kerap digunakan pengajian berpaham Wahabi. "Barangkali yang melakukan penolakan kemarin itu belum mengerti. Saya kira ini belum paham kami maafkan," katanya.

Tengku menegaskan, karena seluruh izin sudah dilengkapi maka pihaknya akan terus melanjutkan pembangunan masjid ini. "Kita sudah 2 tahun, apa kerja Pemkot, sampai Jamaah disini pinjam masjid Al Mutaqien," jelasnya.

"Sesama umat Islam, kita itu bersaudara. Jika kemudian ada yang menghembuskan masalah Wahabi, ini harus hati-hati (sumbernya) bukan umat Islam. Ada produk Wahabi ini siapa dan mana Wahabi itu," jelasnya.

Masalah pemahaman ini harus bicara ilmiah yang segala sesuatunya bersumber dari ilmu. "Itupun yang berwenang menyampaikan suatu aliran tertentu, siapapun tidak ada yang berhak, saya, kita semua nggak berhak. Sudah diatur oleh negara, wewenang siapa untuk dinyatakan ini (aliran) sesat, Wahabi, entah NU atau Muhammadiyah," jelasnya.

Pihaknya kembali menegaskan selama ini pengajian rutin yang dilakukan di DKM MIAH ini adalah berbagai hal tema kajian agama Islam. "Tentu tidak sedikit dan sudah berlangsung cukup lama dan banyak juga yang sudah tahu, pengajian apa. Kemudian juga sering kita lihat, bapak polisi ikut pengajian, ribuan orang pesertanya. Jadi yang kita kaji disini itu adalah ilmu Agama," jelasnya.

Terkait adanya isu Jamaah MIAH kerap memberikan stigma bid'ah dan musyrik terhadap warga sekitar yang berbeda paham sehingga timbulnya protes penolakan masjid, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah.

"Pemerintah (maupun MUI) sebagai ulil amri lah yang berwenang menengahi (selisih atau perbedaan pendapat suatu paham). Ada presiden, ada menteri agama, ada gubernur, ada walikotanya. Harusnya mereka yang jawab," jelasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Remaja 15 Tahun Korban...
Remaja 15 Tahun Korban Tawuran di Makassar Terkena Anak Panah di Dada
Rampas Sepeda Motor...
Rampas Sepeda Motor Picu Tawuran Antar 2 Kelompok Pemuda di Medan
Tragis, 37 Warga Pubabu...
Tragis, 37 Warga Pubabu Besipae Diserang Warga Desa Tetangga
Breaking News! Abepura...
Breaking News! Abepura Papua Mencekam 2 Kelompok Warga Bentrok Terdengar Suara Tembakan
Polres Tapanuli Selatan...
Polres Tapanuli Selatan Buru Dalang Bentrok Warga dari Dua Desa
Bentrok Antar Warga...
Bentrok Antar Warga 2 Desa di Tapsel: 3 Orang Luka Tembak Senapan Angin
Berita Terkini
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
49 menit yang lalu
Penampakan Tiang dan...
Penampakan Tiang dan Tangga JPO Tendean Dipotong Petugas Gabungan
2 jam yang lalu
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi...
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi Pemkab Bandung dalam Perkuat Pengawasan Berbasis Digital
2 jam yang lalu
Bangun Budaya Peduli...
Bangun Budaya Peduli Lingkungan, SDN Keranggan Tangsel Bidik Adiwiyata Nasional
3 jam yang lalu
Suasana Terkini Arus...
Suasana Terkini Arus Lalin di Tendean saat Pembongkaran JPO, Jalan Arah Blok M Ditutup
3 jam yang lalu
Polisi Tangkap Pembunuh...
Polisi Tangkap Pembunuh Driver Ojol yang Tidur di Pangkalan
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Staf...
Daftar Lengkap Staf Pelatih Timnas Indonesia Era John Herdman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved