Mantan Napi Kasus Pelecehan Seksual Jadi Kasek, Warga Protes

Rabu, 02 Agustus 2017 - 12:59 WIB
Mantan Napi Kasus Pelecehan...
Mantan Napi Kasus Pelecehan Seksual Jadi Kasek, Warga Protes
A A A
MERANGIN - Pelantikan puluhan kepala sekolah (kasek) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Merangin, Jambi, menuai polemik. Beberapa sekolah menolak penempatan kasek baru tersebut.

Seperti yang terjadi di Desa Karang Anyar, Kecamatan Pamenang Barat. Warga menolak kedatangan seorang kasek baru memimpin sekolah dasar (SD) yang ada di desa tersebut. Pasalnya, kasek yang baru dilantik merupakan mantan narapidana (napi) kasus pelecehan seksual siswa.

Penolakan warga disampaikan dengan melayangkan surat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin. Warga khawatir kepemimpinan kasek baru tersebut mempengaruhi nama baik sekolah.

Sementara Sekda Merangin, Sibawaihi yang dikonfirmasi terkait hal ini membenarkan ada surat dari warga Karang Anyar yang ditujukan kepada dirinya. Dalam suratnya, masyarakat Karang Anyar mempertanyakan alasan pengangkatan mantan napi kasus pelecehan seksual terhadap siswa diangkat menjadi kasek.

“Surat ini tentu akan kami pertimbangkan. Saya akan konsultasi dengan bupati terlebih dahulu. Memang kasek yang disebutkan warga itu dulu pernah terjerat kasus pelecehan dan telah selesai menjalani hukuman,” sebut Sekda, Rabu (2/8/2017).

Sekda mengatakan, secara pribadi dia menilai mantan napi kasus pelecehan seksual terhadap siswa memang tidak layak diangkat menjadi kasek. Sementara dia sendiri tidak dilibatkan saat pelantikan puluhan kasek beberapa waktu lalu.

“Sebab siapa yang akan dilantik, ditentukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah melakukan penilaian. Itu kami lakukan karena memberikan otonomi ke Dinas Pendidikan,” katanya.

Kepala Disdikbud Kabupaten Merangin, M Zubir yang dikonfirmasi terpisah mengaku belum mendapat kabar adanya penolakan oleh warga Karang Anyar. Namun jika memang ada penolakan dari warga dengan alasan seperti itu, pihaknya akan mempertimbangkan. “Saya belum tahu. Kalau memang ada kami akan membicarakan dengan bupati terlebih dahulu,” ujarnya.
(mcm)
Berita Terkait
Letusan Kasus Pelecehan...
Letusan Kasus Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan Menggemparkan
Kemenag Sebut 16 Kekerasan...
Kemenag Sebut 16 Kekerasan Seksual yang Bisa Dipidana sebagai
Maklumat Pencegahan...
Maklumat Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual
Aksi Teatrikal Setop...
Aksi Teatrikal Setop Pelecehan Seksual di Transportasi Umum
Komnas Perempuan: Kasus...
Komnas Perempuan: Kasus Kekerasan Seksual di Institusi Pendidikan Banyak Dilakukan Dosen
Nadiem-Gus Yahya Sepakat...
Nadiem-Gus Yahya Sepakat Perangi Intoleransi, Pelecehan Seksual, dan Perundungan
Berita Terkini
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
28 menit yang lalu
Apresiasi Prabowo soal...
Apresiasi Prabowo soal Blok Masela, Welhelm Perindo: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Bangun Poros Baru Indonesia Timur
1 jam yang lalu
Penampakan 115 Warga...
Penampakan 115 Warga Binaan Risiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan
5 jam yang lalu
Cerita Pramono Diledek...
Cerita Pramono Diledek Istri setelah Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
3 Warga Tewas dan 20...
3 Warga Tewas dan 20 Rumah Rusak Akibat Konflik di Flores Timur, Kemensos Turun Tangan
7 jam yang lalu
Peringatan BMKG: Gelombang...
Peringatan BMKG: Gelombang Tinggi Hantam Sejumlah Perairan Indonesia 20-23 Juli 2026, Ini Daftar Wilayahnya
8 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved