Krisis Air Bersih Melanda Empat Desa di Purwakarta

Senin, 24 Juli 2017 - 16:34 WIB
Krisis Air Bersih Melanda...
Krisis Air Bersih Melanda Empat Desa di Purwakarta
A A A
PURWAKARTA - Empat desa di Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dilanda krisis air bersih. Keempat desa tersebut, yakni Desa Bojong Barat, Pangkalan, Sukamanah, dan Cipeundey. Namun kondisi paling parah terjadi di Desa Cipeundeuy.

Awalnya keempat desa itu mendapat pasokan dari sumber mata air dari Desa Cihanjawar yang berjarak puluhan kilometer. Desa Cipeundeuy merupakan wilayah terakhir yang mendapat pasokan air dengan debit sangat kecil. Sebab, debit air sudah banyak terkurangi oleh warga desa lain sebelum Desa Cipeundeuy.

Kepala Desa Cipeundeuy, Usep mengungkapkan, di wilayahnya air menjadi barang langka. Warga sudah berkali-kali menggali sumur dengan kedalaman sekitar 30 meter, hasilnya tetap kering. Akibatnya, 1.400 kepala keluarga di desanya harus berhemat menggunakan air. β€œ"Di desa kami, sumur sudah tidak bisa diandalkan lagi,” kata Usep kepada SINDOnews, Senin (24/7/2017).

Menurut dia, ada satu sumber mata air di desanya yang bisa digunakan, yakni sumber air Cijanun. Namun perlu pompa besar untuk menyedot dan menyuplai air agar sampai ke permukiman dengan ketinggian sekitar 150 meter. Sementara dana yang dibutuhkan untuk pengadan pompa ini mencapai sekitar Rp1 miliar dan tidak bisa mengandalkan alokasi dana desa (ADD) yang hanya Rp800 juta per tahun.

Kondisi seperti ini sudah berlangsung cukup lama. Warga belum menemukan solusi atas krisis air yang melanda desanya itu. Warga pernah pula berupaya membuat sumur resapan. Namun, upaya itu selalu gagal karena air hilang ke dalam tanah. Padahal, hampir semua rumah sudah membuat sumur resapan. Selain itu, berbagai bantuan dari pemerintah telah disalurkan ke Desa Cipeundeuy, tapi tetap belum membuahkan hasil.

Sementara salah seorang warga mengaku terpaksa patungan dengan tetangganya untuk membeli air dari mobil tangki. Harganya lumayan mahal, Rp130.000 untuk setiap tangki. Kapasitasnya sebanyak 820 liter. Air sebanyak itu hanya cukup untuk keperluan empat hari.

β€œItu pun kami harus membatasi intensitas mandi. Kalau sedang kemarau, mandi sekali saja sudah bagus. Bahkan kami tidak jarang sampai tidak mandi,” ujar seorang warga.

Dia menambahkan, ketika musim hujan tiba, kebutuhan air sedikit tertanggulangi dengan membuat bak-bak penampungan. Namun, kualitasnya tetap sangat berbeda antara air hujan dengan sumber mata air.
(mcm)
Berita Terkait
Atasi Krisis Air Bersih,...
Atasi Krisis Air Bersih, Panglima Kodam Udayana Lakukan Ini
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Bangunan Bertingkat Sedot Air Tanah
Warga Bandengan Sudah...
Warga Bandengan Sudah 3 Bulan Sulit Dapat Air Bersih, Mandi Susah Cucian Menumpuk
Jaga Kebersihan Air,...
Jaga Kebersihan Air, UV Sterilization Teknologi Pembunuh Bakteri
Pipa HDPE ALVApipe Dukung...
Pipa HDPE ALVApipe Dukung Penyaluran Air Bersih di Indonesia
Masyarakat Dinilai Harus...
Masyarakat Dinilai Harus Diberikan Kemudahan Akses Air Bersih
Berita Terkini
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
1 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
5 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
5 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
5 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
7 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
9 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved