Pelukis Tunadaksa Sabar Subadri: Kekurangan Bukan Hambatan untuk Berkarya

Sabtu, 22 Juli 2017 - 08:19 WIB
Pelukis Tunadaksa Sabar...
Pelukis Tunadaksa Sabar Subadri: Kekurangan Bukan Hambatan untuk Berkarya
A A A
SALATIGA - Sabar Subadri (38), warga Klaseman, Sidomukti, Kota Salatiga, sudah menderita cacat fisik sejak lahir. Namun, keterbatasan fisik itu tidak menjadikan penghalang untuk berkarya dalam dunia seni, khususnya seni lukis. Semangat dan jiwa seni yang dimilikinya mampu mengantarkan dirinya menjadi seniman besar.

Lukisan bergaya natural realisnya juga dikagumi banyak pencinta lukisan. Apresiasi para pencinta lukisan tersebut disampaikan kepada pelukis difabel kelahiran 1979 itu pada setiap kegiatan yang digelarnya secara individu maupun bersama anggota Association of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA). Tak jarang, para pencinta lukisan yang mengunjungi kediamannya sekadar untuk mengucapkan kekagumannya terhadap sosok Sabar Subadri dan lukisannya.

Ditemui saat berada di halaman Pemkot Salatiga, Rabu (19/7/2017), Sabar Subadri menuturkan dirinya mulai belajar melukis dengan kaki sejak usia 10 tahun. Saat itu, dirinya belajar melukis sendiri dengan segala kekurangan. Selang beberapa waktu kemudian, baru belajar melukis di bawah bimbingan pelukis kawakan Amir Rachmad. Semenjak itu, dirinya mulai terampil melukis dengan kaki.

"Kekurangan bukan hambatan. Jika kita memiliki niat yang kuat dan mau tekun berlatih, maka apa yang kita cita-citakan akan tercapai," katanya.

Sabar mengaku bangga memiliki mahaguru yang baik itu. Karena selain melatih teknis melukis, Amir Rachmad juga seorang motivator yang bisa menumbuhkan semangat hidup dan memberikan dorongan untuk hidup mandiri.

"Dari situ, saya termotivasi untuk mewujudkan impian menjadi seniman yang tidak hanya bisa melukis, melainkan bisa menjaga kelestarian dan keindahan lingkungan tempat saya tinggal," ucapnya.

Seiring perjalanan waktu, perjuangan Sabar membuahkan hasil. Dia berhasil menjadi pelukis ternama setelah lukisannya dikenal banyak orang. Bahkan, namanya mulai mendunia setelah menjadi anggota AMFPA. Mulai saat itu, dirinya bertambah semangat untuk membuat karya yang bisa dinikmati para pecinta lukisan.

"Setelah menjadi anggota AMFPA saya bertambah semangat untuk terus berkarya dan menciptakan lukisan yang terbaik. Semenjak itu, saya juga mulai memberanikan diri untuk menggelar kegiatan atau pameran. Ternyata kegiatan yang saya lakukan bisa diterima oleh para seniman dan pencinta lukisan," ujarnya.

Menurut Sabar, dirinya akan tetap terus melukis. Ini dilakukan untuk menunjukkan kepada para penyandang disabilitas lainnya bahwa keterbatasan fisik yang dimiliki bukan hambatan untuk berkarya atau hidup mandiri.

"Ini akan saya tanamkan kepada para penyandang cacat lainnya. Saya mendapat dukungan dari anggota AMFPA untuk mengadakan kegiatan dengan tujuan memberikan motivasi kepada sesama saudara-saudara kita para penyandang cacat. Penyandang cacat tidak harus tenggelam oleh kekurangan fisik, namun dari kekurangan ini mari kita berkarya untuk bisa dinikmati sesama."

Dia berharap, para penyandang disabilitas di Indonesia bisa berkarya dan meninggalkan ketergantungan kepada orang lain. Sebab tak selamanya orang lain bisa membantu diri kita. "Karena itu, mari kita berkarya dengan segala kemampuan yang kita miliki. Jadikan hidup ini lebih berguna dan bermanfaat bagi orang lain," tandasnya.
(zik)
Berita Terkait
Cerita Hani Hadiyanti,...
Cerita Hani Hadiyanti, Nasabah Disabilitas Binaan PNM dengan Sejuta Inspirasi
Cerita Inspiratif Albis...
Cerita Inspiratif Albis Group Bertahan Hadapi Ketatnya Persaingan Industri Fashion
Peluang di Tengah Pandemi...
Peluang di Tengah Pandemi dan Rekrut Karyawan Terkena PHK
Kisah Inspiratif Polisi...
Kisah Inspiratif Polisi Bripka Rosudin Kosnadi Jualan Es Jagung, Sehari Raup Rp900.000
Pemerintah Terus Berupaya...
Pemerintah Terus Berupaya Fasilitasi Disabilitas di Berbagai Bidang
Pentingnya Kolaborasi...
Pentingnya Kolaborasi untuk Ciptakan Peluang bagi Penyandang Disabilitas
Berita Terkini
2 Wilayah Dilanda Karhutla,...
2 Wilayah Dilanda Karhutla, BNPB Catat Banjarbaru Terparah dengan 3,7 Hektare Terbakar
28 menit yang lalu
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
10 jam yang lalu
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
10 jam yang lalu
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
11 jam yang lalu
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
12 jam yang lalu
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
12 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved