Tertimpa Longsor, Satu Rumah di Permukiman Padat Penduduk di Kendari Rusak
Rabu, 19 Juli 2017 - 18:41 WIB
Tertimpa Longsor, Satu Rumah di Permukiman Padat Penduduk di Kendari Rusak
A
A
A
KENDARI - Longsor terjadi di permukiman padat penduduk Jalan Bunga Kolosua, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (19/7/2017) sekitar pukul 15.00 Wita.
Satu rumah warga rusak parah, terutama di bagian ruang tidur. Sementara beberapa rumah lainnya juga terancam tertimpa tanah longsor. Namun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Menurut pemilik rumah Abdul Kadir Sigaru, saat kejadian, anak dan cucunya berada di rumah dan lainnya di luar rumah. “Biasanya cucu tidur di tempat tidur ini, tapi tadi saat kejadian tidur di ruang tengah. Seandainya tidur di sana (ruang tidur yang tertimpa longsor) mungkin dia mati,” kata Abdul Kadir Sigaru.
Kadir menduga, longsor disebabkan aktivitas penggalian tebing di belakang rumahnya untuk pekerjaan proyek pembangunan talud saat musim hujan beberapa hari terakhir. “Dua hari yang lalu, saat mereka (pekerja proyek) sedang menggali di atas, sempat saya larang karena bisa menimbulkan longsor,” kata Kadir.
Setelah kejadian tersebut, Kadir mengungsingkan keluarganya ke rumah kerabat karena khawatir longsor kembali terjadi. Kadir juga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dan kontraktor proyek talud di belakang rumahnya memberikan ganti rugi.
Satu rumah warga rusak parah, terutama di bagian ruang tidur. Sementara beberapa rumah lainnya juga terancam tertimpa tanah longsor. Namun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Menurut pemilik rumah Abdul Kadir Sigaru, saat kejadian, anak dan cucunya berada di rumah dan lainnya di luar rumah. “Biasanya cucu tidur di tempat tidur ini, tapi tadi saat kejadian tidur di ruang tengah. Seandainya tidur di sana (ruang tidur yang tertimpa longsor) mungkin dia mati,” kata Abdul Kadir Sigaru.
Kadir menduga, longsor disebabkan aktivitas penggalian tebing di belakang rumahnya untuk pekerjaan proyek pembangunan talud saat musim hujan beberapa hari terakhir. “Dua hari yang lalu, saat mereka (pekerja proyek) sedang menggali di atas, sempat saya larang karena bisa menimbulkan longsor,” kata Kadir.
Setelah kejadian tersebut, Kadir mengungsingkan keluarganya ke rumah kerabat karena khawatir longsor kembali terjadi. Kadir juga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dan kontraktor proyek talud di belakang rumahnya memberikan ganti rugi.
(mcm)