Khawatir Rp1,1 Triliun Bermasalah, KPU Jabar Lakukan Ini

Senin, 17 Juli 2017 - 20:07 WIB
Khawatir Rp1,1 Triliun...
Khawatir Rp1,1 Triliun Bermasalah, KPU Jabar Lakukan Ini
A A A
BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat mendapat suntikan dana sebanyak Rp1,164 triliun dari Pemprov Jawa Barat untuk pelaksanaan pilkada serentak 2018 mendatang.

Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat mengungkapkan, untuk mengantisipasi agar dana tersebut tidak terlibat persoalan hukum, pihaknya menggandeng Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat. Penandatanganan MoU pun dilakukan kedua pihak di Kantor KPU Jawa Barat, Bandung, Senin (17/7/2017).

“Dalam mengelola pilkada ini kami mengelola uang yang sangat besar Rp1,164 triliun. Jadi, mengelola uang yang segitu besarnya harus hati-hati supaya bisa dipastikan tidak ada penyimpangan. Baik penyimpangan yang sifatnya maladministrasi maupun potensi kejahatan, misalnya korupsi,” kata Yayat.

Dengan adanya MoU itu, BPKP akan bertugas mengawasi dan melakukan pendampingan terhadap KPU Jawa Barat agar seluruh pelaksanaan pilkada bisa berjalan sesuai regulasi dan tidak ada penyimpangan.

Ada tiga hal yang akan dilakukan BPKP. Pertama, BPKP akan mendampingi KPU agar manajemen pengelolaan keuangan berjalan sesuai aturan. “Kalau didampingi BPKP, saya kira akan bisa sesegra mungkin diketahui dan diluruskan (jika ada kesalahan),” ungkapnya.

Kedua, BPKP akan mengawasi dan mendampingi KPU dalam melakukan pengadaan barang dan jasa. Sebab, biasanya selalu ada masalah dalam perjalanannya, salah satunya gagal lelang. Dengan didampingi BPKP, potensi kecurangan atau akal-akalan untuk keuntungan pribadi dan kelompok bisa ditekan lebih dulu.

“Terakhir adalah pendampingan dalam evaluasi dan pembuatan laporan, itu penting sekali, sehngga kita bisa menemukan evaluasinya ini seperti apa dan rekomendasinya seperti apa,” jelas Yayat.

Setelah ditandatangani MoU di tingkat KPU Jawa Barat, Yayat meminta hal serupa juga dilakukan di KPU kabupaten/kota yang wilayahnya akan menggelar pilkada serentak 2018. MoU itu pun harus dilaksanakan alias tidak hanya sekedar seremonial.

Kepala BPKP Jawa Barat Deni Suardini menyatakan kesiapannya mengawal pelaksanaan pilkada serentak dari sisi pengawasan dan pendampingan. Tujuannya hanya satu, yaitu agar pelaksanaan pilkada serentak bisa berjalan lancar.
(rhs)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Masyarakat Harus Mengutamakan...
Masyarakat Harus Mengutamakan Aspek Rasionalitas saat Pilkada
738 Bakal Pasangan Calon...
738 Bakal Pasangan Calon Terdaftar Dalam Pilkada 2020
Mencegah Konflik Pilkada...
Mencegah Konflik Pilkada Serentak
Peringatan Protokol...
Peringatan Protokol Kesehatan Pilkada Ditengah Masa Pandemi Corona
Pilkada 2020 Tanpa APD,...
Pilkada 2020 Tanpa APD, Bawaslu Ingatkan Potensi Konflik
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
1 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
1 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
2 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
2 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
4 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
5 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved