4 Warga Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu Dibekali Uang Rp200 Juta
Jum'at, 14 Juli 2017 - 16:38 WIB
4 Warga Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu Dibekali Uang Rp200 Juta
A
A
A
JAKARTA - Empat penyelundup sabu-sabu seberat 1 ton asal Taiwan, ternyata dibekali uang Rp200 juta untuk hidup di Indonesia. Kepolisian masih menyelidiki siapa yang mendanai keempat warga Taiwan itu unyuk menyelundupkan sabu-sabu dari China.
"Masing-masing, sebelum berangkat mendapat uang kurang lebih Rp200 juta. Mereka diberi uang oleh seseorang di Taiwan dan kami masih dalami pemberi dana tersebut," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Nico Afinta, Jumat (14/7/2017).
Nico menjelaskan, kepolisian masih mendalami siapa yang berperan mendanai keempat warga Taiwan ini untuk menyeludupan sabu-sabu dari China itu. Kapal besar yang digunakan pelaku untuk mengangkut sabu-sabu seberat satu ton juga masih ditelusuri.
Selain menangkap empat warga Taiwan penyelundup sabu-sabu, polisi juga menembah mati bos atau pengendali penyelundupan sabu-sabu di Anyer bernama Lin Ming Hui. Polisi terpaksa melepaskan tembakan karena saat akan ditangkap berusaha menabrak petugas dengan mobil.
"Yang bersangkutan membawa mobil, lalu hendak langsung menabrakkan mobilnya kepada anggota, hadap-hadapan. Lalu yang bersangkutan akhirnya ditindak tegas dan luka-luka. Kami bawa ke rumah sakit namun meninggal di perjalanan," tegas Nico.
Sebelumnya diberitakan, Tim Gabungan dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bersama Polres Kota Depok membongkar penyelundupan sabu-sabu yang diduga dimasukkan ke Indonesia dari China.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan hal tersebut. Penangkapan dilakukan di kawasan Anyer, Serang, Banten dan barang bukti yang ditemukan sabu-sabu sekitar 1 ton.
"Kita berkoordinasi dengan polisi Taiwan bahwa ada pengiriman sabu-sabu ke Indonesia. Makanya kita melakukan penyelidikan dan menangkapan," tukasnya.
"Masing-masing, sebelum berangkat mendapat uang kurang lebih Rp200 juta. Mereka diberi uang oleh seseorang di Taiwan dan kami masih dalami pemberi dana tersebut," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Nico Afinta, Jumat (14/7/2017).
Nico menjelaskan, kepolisian masih mendalami siapa yang berperan mendanai keempat warga Taiwan ini untuk menyeludupan sabu-sabu dari China itu. Kapal besar yang digunakan pelaku untuk mengangkut sabu-sabu seberat satu ton juga masih ditelusuri.
Selain menangkap empat warga Taiwan penyelundup sabu-sabu, polisi juga menembah mati bos atau pengendali penyelundupan sabu-sabu di Anyer bernama Lin Ming Hui. Polisi terpaksa melepaskan tembakan karena saat akan ditangkap berusaha menabrak petugas dengan mobil.
"Yang bersangkutan membawa mobil, lalu hendak langsung menabrakkan mobilnya kepada anggota, hadap-hadapan. Lalu yang bersangkutan akhirnya ditindak tegas dan luka-luka. Kami bawa ke rumah sakit namun meninggal di perjalanan," tegas Nico.
Sebelumnya diberitakan, Tim Gabungan dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bersama Polres Kota Depok membongkar penyelundupan sabu-sabu yang diduga dimasukkan ke Indonesia dari China.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan hal tersebut. Penangkapan dilakukan di kawasan Anyer, Serang, Banten dan barang bukti yang ditemukan sabu-sabu sekitar 1 ton.
"Kita berkoordinasi dengan polisi Taiwan bahwa ada pengiriman sabu-sabu ke Indonesia. Makanya kita melakukan penyelidikan dan menangkapan," tukasnya.
(wib)