Bungker Kuno di Balai Kota Solo Bakal Direstorasi

Rabu, 05 Juli 2017 - 05:23 WIB
Bungker Kuno di Balai...
Bungker Kuno di Balai Kota Solo Bakal Direstorasi
A A A
SOLO - Bungker kuno yang ada di lingkungan Balai Kota Solo, Jawa Tengah akan direstorasi. Pemkot setempat telah mengalokasikan anggaran Rp747 juta guna perbaikan bangunan bawah tanah tersebut.

Rencana restorasi disampaikan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) dengan alasan karena bungker diduga masuk bangunan cagar budaya. Bungker ditengarai dibangun di masa penjajahan Kolonial Belanda dan baru diketahui tahun 2012. Saat itu akan dibangun Gedung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil).

"Bangunan ditemukan dalam kondisi penuh air dan sempat dikira bagian dari sistem drainase," ujar Rudy, Selasa (4/7/2017).

Setelah dilakukan penggalian dan dibersihkan, diketahui bungker memiliki luas sekitar 150 meter persegi. Sampai kini, bangunan masih dipenuhi air yang merembes melalui dinding yang sudah lapuk. Jika dibiarkan begitu saja, dikhawatirkan kondisinya semakin rusak. "Salah satu target restorasi adalah menghentikan masuknya rembesan air dalam ruang bawah tanah," tegasnya.

Berdasarkan kajian, bungker diduga dibuat pada masa kolonial Belanda. Pada masa lalu, Kompleks Balai Kota Solo digunakan sebagai kantor pejabat residen.

Bungker menjadi bagian dari sistem pengamanan di kantor itu. "Diperkirakan bungker dibangun sebagai tempat pertahanan saat Belanda menghadapi Perang Diponegoro," katanya.

Pria berkumis tebal ini mengaku belum memiliki rencana mengenai pemanfaatan bangunan setelah direstorasi. Wali Kota sepintas menyebut bangunan dapat digunakan sebagai tempat pencatatan perkawinan mengingat tepat berada di depan Gedung Dispendukcapil.

Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Solo KGPH Dipokusumo mengatakan, perlu penetapan secara resmi sebagai bangunan cagar budaya sebelum dilaksanakan restorasi terhadap bungker kuno di balai kota.

Penetapan melalui Surat Keputusan (SK) dilakukan oleh Wali Kota setelah mendapat masukan dari TACB. Rencana restorasi beberapa waktu lalu diakui telah disampaikan oleh Pemkot Solo kepada TACB. "Tim saat ini masih mengkaji mengenai fungsi bangunan itu di masa lalu," kata Dipokusumo.
(zik)
Berita Terkait
Eksotiknya Situs Prasejarah...
Eksotiknya Situs Prasejarah Liang Panning, Surga Tersembunyi di Pelosok Maros
Galeri Nasional Kembali...
Galeri Nasional Kembali Dibuka dengan Prosedur Kunjungan Baru
Mengenal Tugu Leitje...
Mengenal Tugu Leitje di Pemalang yang Kini Dijadikan Cagar Budaya
Jembatan Cagar Budaya...
Jembatan Cagar Budaya di Kediri Kembali Dibuka
Jokowi Minta Jejak Peradaban...
Jokowi Minta Jejak Peradaban Dilestarikan
Pemprov DKI Tetapkan...
Pemprov DKI Tetapkan 14 Cagar Budaya, Ini Daftarnya
Berita Terkini
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
21 menit yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
1 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
1 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
2 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
2 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved