Pemprov DKI Minta Pemudik Tidak Gunakan Motor
Jum'at, 16 Juni 2017 - 22:30 WIB
Pemprov DKI Minta Pemudik Tidak Gunakan Motor
A
A
A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta mengimbau para pemudik tidak menggunakan kendaraan bermotor untuk mudik. Pemprov DKI meminta kendaraan bermotor tersebut dititipkan ke kantor kepolisian ataupun TNI.
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saeful Hidayat mengatakan, pemudik diimbau tidak menggunakan kendaraan roda dua dalam menempuh perjalanan kembali ke daerah asal. Dia menyarankan agar motor atau kendaraan lainya termasuk rumah bisa dititipkan ke kantor polisi, TNI dan instansi pemerintahan.
Untuk malam takbiran pun, lanjut Djarot, Pemprov DKI melarang perayaan malam takbiran di jalan."Malam takbiran kita juga melarang ada perayaan di jalan. Silakan ke Balai Kota, kami gelar festival bedug, ada sebanyak 50 bedug yang ditabuh," kata Djarot usai berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (16/6/2017).
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan yang mendampingi Djarot memastikan kondisi mudik ataupun dalam kota jelang Lebaran aman. Menurutnya, setelah kordinasi secara lintas sektoral, memang ada beberapa yang dikhawatirkan.
Di antaranya yakni ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan harga bahan pokok yang melonjak. "Kami sudah berkoordinasi dengan pertamina dan BBM dinyatakan aman, serta stabilitas pangan kami sudah berkoordinasi melakukan operasi dengan pemda dan bulok sehingga Alhamdulillah pasti stabil harga harga kebutuhan pokok di masyarakat," ungkapnya.
Terkait keamanan dalam kota, Iriawan juga memastikan keamanan untuk sejumlah tempat-tempat yang rawan. Dia telah menginstruksikan patroli baik insidentil, skala besar, ataupun gabungan dengan unsur TNI pada semua Kapolres di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Selain itu, untuk rumah yang ditinggalkan, Iriawan berharap jika ada pembantu atau penjaga rumah agar dapat berkoordinasi dan berkomunikasi dengan polisi.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik meminta Gubernur Djarot tidak melarang tanpa memberi fasiltas pengganti. Menurutnya, pemudik menggunakan motor itu dikarenakan pelayanan angkutan mudik di terminal tidak aman dan nyaman.
"Tidak ada yang mau mudik pakai motor, tapi kalau kondisi bus dan terminalnya enggak aman dan nyaman ya mending naik motor. Jangan melarang-larang kalau enggak punya solusi," ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saeful Hidayat mengatakan, pemudik diimbau tidak menggunakan kendaraan roda dua dalam menempuh perjalanan kembali ke daerah asal. Dia menyarankan agar motor atau kendaraan lainya termasuk rumah bisa dititipkan ke kantor polisi, TNI dan instansi pemerintahan.
Untuk malam takbiran pun, lanjut Djarot, Pemprov DKI melarang perayaan malam takbiran di jalan."Malam takbiran kita juga melarang ada perayaan di jalan. Silakan ke Balai Kota, kami gelar festival bedug, ada sebanyak 50 bedug yang ditabuh," kata Djarot usai berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (16/6/2017).
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan yang mendampingi Djarot memastikan kondisi mudik ataupun dalam kota jelang Lebaran aman. Menurutnya, setelah kordinasi secara lintas sektoral, memang ada beberapa yang dikhawatirkan.
Di antaranya yakni ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan harga bahan pokok yang melonjak. "Kami sudah berkoordinasi dengan pertamina dan BBM dinyatakan aman, serta stabilitas pangan kami sudah berkoordinasi melakukan operasi dengan pemda dan bulok sehingga Alhamdulillah pasti stabil harga harga kebutuhan pokok di masyarakat," ungkapnya.
Terkait keamanan dalam kota, Iriawan juga memastikan keamanan untuk sejumlah tempat-tempat yang rawan. Dia telah menginstruksikan patroli baik insidentil, skala besar, ataupun gabungan dengan unsur TNI pada semua Kapolres di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Selain itu, untuk rumah yang ditinggalkan, Iriawan berharap jika ada pembantu atau penjaga rumah agar dapat berkoordinasi dan berkomunikasi dengan polisi.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik meminta Gubernur Djarot tidak melarang tanpa memberi fasiltas pengganti. Menurutnya, pemudik menggunakan motor itu dikarenakan pelayanan angkutan mudik di terminal tidak aman dan nyaman.
"Tidak ada yang mau mudik pakai motor, tapi kalau kondisi bus dan terminalnya enggak aman dan nyaman ya mending naik motor. Jangan melarang-larang kalau enggak punya solusi," ujarnya.
(whb)