Marak Kejahatan, Kriminolog Minta Polisi Tak Pakai Alasan Klasik
Rabu, 14 Juni 2017 - 10:12 WIB
Marak Kejahatan, Kriminolog Minta Polisi Tak Pakai Alasan Klasik
A
A
A
JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri kejahatan makin meningkat. Bahkan tak segan-segan para pelaku melukai korbannya hingga tewas di tempat.
Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Josias Simon mengatakan, semestinya pihak kepolisian sudah dapat mencegah adanya pencurian sadis.
"Polisi harusnya mengamankan. Menurut saya sisi lain polisi selalu mengatakan kekurangan personel itu alasan klasik banget," kata Simon saat dihubungi SINDOnews, Rabu (14/6/2017).
Simon melanjutkan, jika pihak kepolisian tidak mampu dalam mengatasi hal tersebut, maka bisa mengajak segenap elemen masyarakat untuk turut menjaga ketertiban dan keamanan
"Saya lihatnya harusnya kalau memang tidak bisa menguasai wilayah yang diamankan, bisa mengimbau kepada sekuriti setempat untuk ikut berpartisipasi. Jadi jangan hanya diam saja. Tapi itu tidak dilakukan harusnya dia memberikan imbauan sosialiasi yang lebih aktif," jelasnya.
Dia juga mengatakan, polisi harus kreatif dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Jangan hanya menggunakan spanduk di jalan. (Baca: Identitas Perampok Sadis di SPBU Daan Mogot Terungkap )
"Apalagi banyak media. Jangan cara klasik. Imbauannya jangan spanduk terus humas. Banyak cara inovatif," kata Simon. (Baca: Dokter Cantik Ditembak, Kapolda Metro: Pelaku Pemain Lama )
Simon menilai, polisi belum bekerja secara maksimal untuk mengamankan masyarakat dari para perampok sadis. "Bukan berarti polisi salah. Mereka kerja tapi lalai atau kurang berperan," tegas Simon.
Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Josias Simon mengatakan, semestinya pihak kepolisian sudah dapat mencegah adanya pencurian sadis.
"Polisi harusnya mengamankan. Menurut saya sisi lain polisi selalu mengatakan kekurangan personel itu alasan klasik banget," kata Simon saat dihubungi SINDOnews, Rabu (14/6/2017).
Simon melanjutkan, jika pihak kepolisian tidak mampu dalam mengatasi hal tersebut, maka bisa mengajak segenap elemen masyarakat untuk turut menjaga ketertiban dan keamanan
"Saya lihatnya harusnya kalau memang tidak bisa menguasai wilayah yang diamankan, bisa mengimbau kepada sekuriti setempat untuk ikut berpartisipasi. Jadi jangan hanya diam saja. Tapi itu tidak dilakukan harusnya dia memberikan imbauan sosialiasi yang lebih aktif," jelasnya.
Dia juga mengatakan, polisi harus kreatif dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Jangan hanya menggunakan spanduk di jalan. (Baca: Identitas Perampok Sadis di SPBU Daan Mogot Terungkap )
"Apalagi banyak media. Jangan cara klasik. Imbauannya jangan spanduk terus humas. Banyak cara inovatif," kata Simon. (Baca: Dokter Cantik Ditembak, Kapolda Metro: Pelaku Pemain Lama )
Simon menilai, polisi belum bekerja secara maksimal untuk mengamankan masyarakat dari para perampok sadis. "Bukan berarti polisi salah. Mereka kerja tapi lalai atau kurang berperan," tegas Simon.
(mhd)