Tak Ada Kriminalisasi, Polisi Minta Masyarakat Tak Gelar Aksi di Masjid Istiqlal

Tak Ada Kriminalisasi, Polisi Minta Masyarakat Tak Gelar Aksi di Masjid Istiqlal
A
A
A
JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan menilai, tidak perlu ada aksi bela ulama di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, karena aksi tersebut sudah tak diperlukan masyarakat lagi. "Untuk apa lagi aksi? Tak usah lah," ujarnya pada wartawan, Jumat (9/6/2017).
Menyangkut kasus yang menimpa Habib Rizieq Shihab, bebernya, polisi tak melakukan kriminalisasi ulama. Hal itu bisa dilihat dari jumlah saksi dalam perkara tersebut, yang mana ada puluhan orang yang tengah diperiksa. "Tak ada kriminalisasi. Saksi ahli itu ada 26, saksi ada 50, mau kriminalisasi gimana?," tuturnya.
Iriawan mengingatkan, Ketua Dewan Pembina Muhammadiyah dan Wapres RI juga sudah memastikan tak ada kriminalisasi. Kasus itu hanya kebetulan perkara yang disidik melibatkan ulama. Maka itu, dia minta agar tidak menganggap perkara ini sebagai kriminalisasi.
"Kebetulan, oknumnya ini (Rizieq) ulama. Kebetulan. Jadi bukan justifikasi, jangan, tak boleh. Masih banyak ulama yang ga ada masalah. Nah ini (Rizieq) masalah. Equality before the law, semua sama dimata hukum," terangnya.
Dia mengungkapkan, soal aksi, polisi belum dapat pemberitahuan dari pihak penyelenggara aksi 96. Sejauh ini, pengelola Masjid Istiqlal sudah menolak kegiatan tersebut dan pemerintah juga tidak akan memperdulikan teriakan-teriakan yang menilai kriminalisasi.
"Untuk apa juga? peristiwa ada. Mau dikekang seperti apa, pemerintah tak takut. Saya diancam dikekang, tak masalah. Hukum sudah ditegakkan. Tak ada kriminalisasi," jelasnya.
Iriawan menambahkan, dia minta masyarakat tidak ikut aksi dan warga sebaiknya banyak berdoa yang positif. Dia mencontohkan, doa-doa seperti doa untuk kesejahteraan lebih baik dikumandangkan dari pada aksi. "Tadarusan saja, doa-doa saja semoga situasi tertib, pangan banyak, rakyat juga sejahtera. Itu saja doakan," katanya.
Menyangkut kasus yang menimpa Habib Rizieq Shihab, bebernya, polisi tak melakukan kriminalisasi ulama. Hal itu bisa dilihat dari jumlah saksi dalam perkara tersebut, yang mana ada puluhan orang yang tengah diperiksa. "Tak ada kriminalisasi. Saksi ahli itu ada 26, saksi ada 50, mau kriminalisasi gimana?," tuturnya.
Iriawan mengingatkan, Ketua Dewan Pembina Muhammadiyah dan Wapres RI juga sudah memastikan tak ada kriminalisasi. Kasus itu hanya kebetulan perkara yang disidik melibatkan ulama. Maka itu, dia minta agar tidak menganggap perkara ini sebagai kriminalisasi.
"Kebetulan, oknumnya ini (Rizieq) ulama. Kebetulan. Jadi bukan justifikasi, jangan, tak boleh. Masih banyak ulama yang ga ada masalah. Nah ini (Rizieq) masalah. Equality before the law, semua sama dimata hukum," terangnya.
Dia mengungkapkan, soal aksi, polisi belum dapat pemberitahuan dari pihak penyelenggara aksi 96. Sejauh ini, pengelola Masjid Istiqlal sudah menolak kegiatan tersebut dan pemerintah juga tidak akan memperdulikan teriakan-teriakan yang menilai kriminalisasi.
"Untuk apa juga? peristiwa ada. Mau dikekang seperti apa, pemerintah tak takut. Saya diancam dikekang, tak masalah. Hukum sudah ditegakkan. Tak ada kriminalisasi," jelasnya.
Iriawan menambahkan, dia minta masyarakat tidak ikut aksi dan warga sebaiknya banyak berdoa yang positif. Dia mencontohkan, doa-doa seperti doa untuk kesejahteraan lebih baik dikumandangkan dari pada aksi. "Tadarusan saja, doa-doa saja semoga situasi tertib, pangan banyak, rakyat juga sejahtera. Itu saja doakan," katanya.
(pur)