Target Pemprov DKI Bangun 5.000 Unit Rusunawa Tak Tercapai

Minggu, 04 Juni 2017 - 22:42 WIB
Target Pemprov DKI Bangun...
Target Pemprov DKI Bangun 5.000 Unit Rusunawa Tak Tercapai
A A A
JAKARTA - Target Pemprov DKI membangun 50.000 unit Rumah Susun Sewa (Rusunawa) hingga 2017 tidak tercapai. Artinya, hingga 2018 mendatang DKI tidak mampu memenuhi 19.000 Kepala Keluarga (KK) yang terdaftar mendapatkan Rusunawa.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Dinas PRKP) DKI Jakarta Arifin mengakui tidak tercapainya target 50.000 unit pembangunan Rusunawa hingga 2017. Pada 2017 hanya ada 1.959 unit rusunawa di Jakarta siap dihuni dan saat ini sedang proses pengisian.

"Sebanyak 19.000 KK yang sudah terdaftar di Rusunawa sampai awal bulan ini. Kami pesimistis itu bisa terselesaikan pada 2018. Kami akan terus bangun dan saat ini kami seleksi dulu agar benar-benar orang butuh yang mendapatkannya," kata Arifin pada wartawan Minggu (4/6/2017).

Arifin menjelaskan, pada 2018 ada dua fase rusunawa yang akan selesai dibangun dan siap huni. Fase pertama di awal 2018 di mana sebanyak 2.766 unit rusunawa di delapan lokasi bakal rampung dibangun dan lekas siap dihuni. Kemudian fase kedua berada di bulan Juli 2018 dimana 6.120 unit rusunawa selesai dibangun dan siap huni.

Terkait kategori pendaftar Rusunawa, lanjut Arifin, yakni korban penggusuran program Pemprov DKI dan warga umum yang memenuhi syarat mendapatkan rusunawa. Untuk mendaftar rusunawa, peminat hanya perlu datang ke kelurahan dimana tempat tinggalnya atau tempat dirinya digusur. Terpenting, semua pendaftar mesti warga Jakarta.

"Kami menerapkan seleksi ketat disertai pengecekan detail bagi para pendaftar rusunawa. Kami cek ke lokasi tempat tinggal agar benar tahu pendaftar tak punya rumah. Lalu kami akan cek juga ke tempat kerjanya agar yakin terkait besaran penghasilannya," ungkapnya.

Sekertaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Syarif tidak terkejut dengan tidak tercapainya target 50.000 unit Rusunawa yang diinginkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 2017 ini. Hal tersebut akibat buruknya komunikasi yang dilakukan Ahok dalam mengambil kebijakan pembangunan rusunawa ataupun dalam melakukan pengusuran.

"Perombakan pejabat yang tidak memiliki ukuran dan nilai evaluasi serta kerap menyalahkan membuat pejabat takut bekerja. Begitu juga saat menggusur. Jadi wajar kalau kepemimpinan dia gagal dan DKI selalu mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP)," ungkapnya.
(whb)
Berita Terkait
Alternatif Hunian Murah,...
Alternatif Hunian Murah, Ribuan Hunian di Rusunawa Pasar Rumput Siap Dihuni, Segini Harga Sewanya
Pj Gubernur Heru Tanggapi...
Pj Gubernur Heru Tanggapi soal Pegawai Rusunawa Marunda Diduga Terlibat Penjarahan: Harus Ditindak Tegas Nggak Ada Cerita
Ups! Ada Dugaan Pungli...
Ups! Ada Dugaan Pungli di Rusunawa Lette dan Panambungan
Rencana Penambahan Rusunawa...
Rencana Penambahan Rusunawa Sasar Wilayah Antang dan Tallo
Basuki-Erick Duet Bangun...
Basuki-Erick 'Duet' Bangun Rusun Tiga Tower di Rawa Buntu
Hasil Investigasi Pungli...
Hasil Investigasi Pungli Rusunawa Lette dan Panambungan Ada di Tangan Kadis Perumahan
Berita Terkini
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
15 menit yang lalu
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
1 jam yang lalu
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
8 jam yang lalu
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
8 jam yang lalu
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
9 jam yang lalu
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
10 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved