Densus 88 Ringkus Sepasang Suami Istri Tukang Service Laptop
Selasa, 30 Mei 2017 - 10:46 WIB
Densus 88 Ringkus Sepasang Suami Istri Tukang Service Laptop
A
A
A
JAMBI - Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap sepasang suami tukang service laptop warga Perum Permata Lestari, Jalan Kampung Bugis, Kenali Besar, Kota Jambi, Senin 29 Mei 2017 malam. Kedatangan personel Densus 88 berseragam dan dilengkapi senjata membuat heboh warga sekitar saat menggerebek sebuah rumah di RT 35 No 138.
Tidak ada baku tembak dalam penggerebekan tersebut, pasangan suami isteri diringkus tanpa perlawanan. Akibat peristiwa tersebut, ratusan warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk melihat situasi dari jarak dekat untuk mengetahui apa yang terjadi.
Menurut warga setempat, kedua terduga teroris ini gerak-geriknya selalu mencurigakan dan tidak pernah melapor ke RT setempat saat datang untuk tinggal di kawasannya.
"Dalam pergaulan sehari-hari, mereka sangat tertutup. Mereka baru tinggal dan mengontrak di lokasi tersebut lebih kurang empat bulan. Informasinya mereka pindah dari daerah Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi," ujar Edi, seorang warga sekitar.
Dia mengatakan, kegiatan sepasang suami istri itu hanya salat di Masjid Yasalam di dekat rumahnya dan menerima jasa servis laptop. "Warga dilingkungan sekitar tidak ada yang mengetahui identitas nama kedua terduga tersebut. Disamping itu, keduanya tidak pernah bersosialisasi dengan warga sekitar kampung," imbuhnya.
Belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait penggrebekan tersebut. Kasi Intel SatBrimob Jambi Sihombing mengatakan, untuk sekarang belum dapat dipastikan dibawa ke mana pasangan suami istri tersebut.
"Kita lihat nanti saja ya, sekarang kita juga tidak tau dibawa ke mana," ucapnya saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (30/5/17).
Tidak ada baku tembak dalam penggerebekan tersebut, pasangan suami isteri diringkus tanpa perlawanan. Akibat peristiwa tersebut, ratusan warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk melihat situasi dari jarak dekat untuk mengetahui apa yang terjadi.
Menurut warga setempat, kedua terduga teroris ini gerak-geriknya selalu mencurigakan dan tidak pernah melapor ke RT setempat saat datang untuk tinggal di kawasannya.
"Dalam pergaulan sehari-hari, mereka sangat tertutup. Mereka baru tinggal dan mengontrak di lokasi tersebut lebih kurang empat bulan. Informasinya mereka pindah dari daerah Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi," ujar Edi, seorang warga sekitar.
Dia mengatakan, kegiatan sepasang suami istri itu hanya salat di Masjid Yasalam di dekat rumahnya dan menerima jasa servis laptop. "Warga dilingkungan sekitar tidak ada yang mengetahui identitas nama kedua terduga tersebut. Disamping itu, keduanya tidak pernah bersosialisasi dengan warga sekitar kampung," imbuhnya.
Belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait penggrebekan tersebut. Kasi Intel SatBrimob Jambi Sihombing mengatakan, untuk sekarang belum dapat dipastikan dibawa ke mana pasangan suami istri tersebut.
"Kita lihat nanti saja ya, sekarang kita juga tidak tau dibawa ke mana," ucapnya saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (30/5/17).
(wib)