Tingkatkan Pelayanan, Terminal Pulo Gebang Perlu Dibentuk BLUD

Jum'at, 12 Mei 2017 - 18:49 WIB
Tingkatkan Pelayanan,...
Tingkatkan Pelayanan, Terminal Pulo Gebang Perlu Dibentuk BLUD
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI siapkan tiga terminal utama dan lima terminal bantuan angkutan mudik pada musim lebaran 2017. Dinas Perhubungan harapkan, Terminal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, dikelola oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk meningkatkan pelayanan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, untuk melayani musim mudik 2017, pihaknya telah mempersiapkan tiga terminal Tipe A, yakni Terminal Pulo Gebang, Kalideres, dan Kampung Rambutan.

Nantinya, apabila kondisi tiga terminal tersebut di luar prediksi, pihaknya akan mengoperasikan lima terminal bantuan, di antaranya yakni, Terminal Lebak Bulus, Grogol, Rawamangun, Pulo Gadung dan Pasar Minggu.

Andri mengakui, bila pelayanan Terminal Pulo Gebang yang sudah beroperasi melayani musim mudik 2016 tidak mengalami perbedaan yang signifikan pada musim mudik tahun ini. Hanya saja, bus pengumpan yang melayani ke arah Terminal Pulo Gebang lebih banyak pada tahun ini.

"Pelayanan di Terminal Pulo Gebang masih sama, yakni ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Peningkatan pelayanan di Terminal Pulo Gebang idealnya menggunakan BLUD," kata Andri Yansyah saat dihubungi, Jumat (12/5/2017).

Andri menjelaskan, sejak dilaunching pada akhir tahun lalu, Terminal Pulo Gebang masih berada di bawah Unit Pengelolaan (UP) yang mesti menunggu anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk meningkatkan pelayanan. Di mana, untuk keperluan listrik, air dan sebagainya saja, Terminal Pulo Gebang membutuhkan anggaran Rp21 Miliar.

Padahal, kata Andri, untuk memberikan pelayanan khususnya di Terminal Pulo Gebang yang dimimpikan menjadi terminal internasional, tidak bisa menunggu anggaran yang jadwalnya sudah ditentukan.

"Sistem Informasi Tekhnologi (IT) harus dipasang agar pengawasan dan pelayanan maksimal. Belum kalau ada kerusakan operasional pelayanan yang mendadak di terminal, atap bocor dan sebagainya. Itu tidak bisa menunggu anggaran daerah yang sudah punya jadwal," ungkapnya.
(pur)
Berita Terkait
Menghindari Kebijakan...
Menghindari Kebijakan Prematur
Kebijakan Tidak Tepat...
Kebijakan Tidak Tepat Implementasi
Kebijakan Populis Vs...
Kebijakan Populis Vs Kebijakan Rasional
Kebijakan Jangan Menimbulkan...
Kebijakan Jangan Menimbulkan Kegaduhan
Misinterpretasi Kebijakan
Misinterpretasi Kebijakan
Kolaborasi BSKDN-SKALA...
Kolaborasi BSKDN-SKALA Perkuat Pengukuran Dampak Kebijakan Pasca Implementasi di Daerah
Berita Terkini
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
16 menit yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
20 menit yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
2 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
3 jam yang lalu
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
3 jam yang lalu
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
3 jam yang lalu
Infografis
China Tingkatkan Patroli...
China Tingkatkan Patroli di Sekitar Kepulauan Sengketa di LCS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved