UMSK Karawang Disahkan Gubernur, 12 Ribu Buruh Terancam PHK

Selasa, 09 Mei 2017 - 16:02 WIB
UMSK Karawang Disahkan...
UMSK Karawang Disahkan Gubernur, 12 Ribu Buruh Terancam PHK
A A A
KARANGANYAR - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Karawang Fadludin Damanhuri mengaku prihatin dengan kesepakatan yang dicapai dewan pengupahan Provinsi Jawa Barat yang menyetujui rekomendasi Bupati Karawang terkait kenaikan upah di Kabupaten Karawang.

Alasannya jika rekomendasi bupati itu disetujui oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan maka sebanyak 12 ribu karyawan di sektor tekstil sandang dan kulit (TSK) terancam menjadi penganggur.

Selain itu iklim investasi di Karawang akan terganggu dengan kenaikan upah ini yang pada gilirannya akan banyak perusahaan yang hengkang.

"Kami mendukung upaya yang dilakukan oleh Apindo Karawang dan Asosiasi sektor yang berupaya menolak rekomendasi kenaikan upah yang sudah disepakati oleh dewan pengupahan Jawa Barat terhadap kenaikan upah minimum sektor kabupaten (UMSK)," katanya.

"Kami akan mendorong kepada Gubernur Jawa Barat untuk tidak menandatangani rekomendasi ini. Dampaknya bagi Kabupaten Karawang bukan hanya masalah pengangguran tapi juga iklim investasi menjadi terganggu," tambahnya,

Menurut Fadel rekomendasi bupati Karawang terkait kenaikan UMSK di Karawang terlalu besar dan dinilainya tidak rasional.

Hal itu dapat menciptakan ekonomi biaya tinggi yang pada gilirannya akan mengganggu perusahaan. Berdasarkan data sementara sebanyak 12 ribu pekerja di sektor TSK akan menjadi penganggur.

Data yang masuk dalam catatan Kadin ini atas dasar jumlah perusahaan yang akan melakukan PHK jika rekomendasi ini di sahkan oleh Gubernur.

"Jumlah itu kita catat dari perusahaan yang akan pindah dari Karawang ke daerah lain seperti Majalengka. Tapi saya yakin jumlah ini akan bertambah jika Gubernur menandatangi rekomnedasi itu karena ada sejumlah perusahaan yang sudah ancang-ancang akan pindah," katanya.

Sebelumnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat akhirnya menetapkan UMSK Karawang.

Dewan Pengupahan menyetujui besaran kenaikan UMSK Kabupaten Karawang sesuai dengan rekomendasi yang telah diajukan oleh Bupati Karawang yaitu untuk UMSK I naik sebesar 8,50 % menjadi Rp 3.616.017 dari sebelumnya Rp 3.332.735, UMSK II naik sebesar 9,00% Menjadi Rp 3.949.887 dari Rp 3.623.750.

Kemudian UMSK III naik sebesar 9,50% menjadi Rp 4.151.145 dari Rp. 3.791.000 dan UMSK IV naik sebesar 10,50 % menjadi Rp 4.207.536 dari sebelumnya Rp 3.807.725.

Hasil dari Rapat Pleno ini kemudian akan di rekomendasikan kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan untuk kemudian disahkan dan dibuatkan Surat Keputusan.
(nag)
Berita Terkait
Tenang! Upah Minimum...
Tenang! Upah Minimum Kabupaten/Kota Tidak Dihapus
Ingat Janji Pemerintah!...
Ingat Janji Pemerintah! Upah Minimum Kabupaten/Kota Tidak Dihapus
Aksi Tolak Upah Minimum...
Aksi Tolak Upah Minimum DIY
Kenaikan Upah Minimum...
Kenaikan Upah Minimum di 35 Kabupaten/Kota di Jateng Bervariasi, Ini Rinciannya
Ribuan Buruh Bekasi...
Ribuan Buruh Bekasi Turun ke Jalan, Sejumlah Kawasan Macet Total
Unjuk Rasa Buruh Surabaya...
Unjuk Rasa Buruh Surabaya Tuntut Kenaikan Upah Minimum
Berita Terkini
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
30 menit yang lalu
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
2 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
3 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
3 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
4 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved