Gempa Tasikmalaya Bikin Panik Warga dan Wisatawan di Pangandaran
Senin, 24 April 2017 - 10:42 WIB
Gempa Tasikmalaya Bikin Panik Warga dan Wisatawan di Pangandaran
A
A
A
PANGANDARAN - Gempa bumi yang mengguncang selatan Jawa pada Senin (24/04/2017) pukul 01.10 WIB mengagetkan wisatawan yang sedang berlibur di daerah Pangandaran. Berdasarkan pantauan, sejumlah wisatawan yang berada di beberapa perhotelan dekat pantai di Pangandaran berhamburan keluar karena kaget dengan adanya gempa tersebut.
"Saat terjadi guncangan gempa kami kaget, makanya langsung keluar kamar hotel," kata salah satu wisatawan asal Bandung.
Sementara Ketua Potensi SAR Pangandaran Ocid Sutan Abdulrosyid mengatakan, berdasarkan pengumuman Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, gempa bumi tektonik yang terjadi berkekuatan M=5,0.
"Pusat gempa bumi ini terletak pada koordinat 8,10 lintang selatan dan 117,86 bujur timur, tepatnya di Samudera Hindia pada jarak sekitar 58 kilometer arah Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat," kata Ocid.
Masih dikatakan Ocid, kedalaman hiposenter gempa tersebut 63 kilometer. Berdasarkan hasil analisis peta, tingkat guncangan shakemap BMKG dampak gempa bumi menimbulkan guncangan pada II Skala Intensitas.
"Guncangan gempa bumi terjadi di wilayah Tasikmalaya, Sumedang, kemudian dirasakan hingga ke wilayah Banjar, Pangandaran, Kabupaten Bandung dan Garut," tambahnya.
Sementara Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena mengatakan, gempa bumi tersebut disebabkan aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia dengan laju 61 mm/tahun.
"Aktivitas tersebut menyebabkan deformasi patahan batuan di zona Benioff pada kedalaman 63 km," kata Nana.
Gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi berkedalaman menengah yang tidak membahayakan.
"Meskipun gempa bumi ini memiliki mekanisme sumber dengan pergerakan naik atau thrust dan berpusat di laut, tetapi hasil pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan tidak berpotensi tsunami," tambahnya.
Monitoring BMKG, selama satu jam pascagempa bumi belum terjadi gempa bumi susulan. Untuk itu masyarakat pesisir selatan Pulau Jawa dihimbau agar tetap tenang mengingat gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.
"Saat terjadi guncangan gempa kami kaget, makanya langsung keluar kamar hotel," kata salah satu wisatawan asal Bandung.
Sementara Ketua Potensi SAR Pangandaran Ocid Sutan Abdulrosyid mengatakan, berdasarkan pengumuman Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, gempa bumi tektonik yang terjadi berkekuatan M=5,0.
"Pusat gempa bumi ini terletak pada koordinat 8,10 lintang selatan dan 117,86 bujur timur, tepatnya di Samudera Hindia pada jarak sekitar 58 kilometer arah Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat," kata Ocid.
Masih dikatakan Ocid, kedalaman hiposenter gempa tersebut 63 kilometer. Berdasarkan hasil analisis peta, tingkat guncangan shakemap BMKG dampak gempa bumi menimbulkan guncangan pada II Skala Intensitas.
"Guncangan gempa bumi terjadi di wilayah Tasikmalaya, Sumedang, kemudian dirasakan hingga ke wilayah Banjar, Pangandaran, Kabupaten Bandung dan Garut," tambahnya.
Sementara Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena mengatakan, gempa bumi tersebut disebabkan aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia dengan laju 61 mm/tahun.
"Aktivitas tersebut menyebabkan deformasi patahan batuan di zona Benioff pada kedalaman 63 km," kata Nana.
Gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi berkedalaman menengah yang tidak membahayakan.
"Meskipun gempa bumi ini memiliki mekanisme sumber dengan pergerakan naik atau thrust dan berpusat di laut, tetapi hasil pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan tidak berpotensi tsunami," tambahnya.
Monitoring BMKG, selama satu jam pascagempa bumi belum terjadi gempa bumi susulan. Untuk itu masyarakat pesisir selatan Pulau Jawa dihimbau agar tetap tenang mengingat gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.
(sms)