Disisa Kepemimpinan, Ahok Serahkan Halte Bus ke PT Transportasi Jakarta

Kamis, 20 April 2017 - 22:36 WIB
Disisa Kepemimpinan,...
Disisa Kepemimpinan, Ahok Serahkan Halte Bus ke PT Transportasi Jakarta
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berjanji akan menyelesaikan pekerjaan rumah di sisa kepemimpinannya hingga Oktober 2017 mendatang. Salah satunya, menyerahkan halte kepada PT Transportasi Jakarta.

Ahok mengatakan, untuk mengurangi subsidi atau Public Service Obligation (PSO) bus Transjakarta yang diambil dari APBD, pihaknya ingin menyerahkan semua halte terminal kepada PT Transportasi Jakarta. Namun, ke depannya PT Transportasi Jakarta harus bisa mendapatkan penghasilan Rp2 triliun.

"Harusnya kalau sekarang sudah tidak bayar lagi naik Transjakarta. Nah kita akan kasih semua halte, syaratnya mereka harus mendapatkan penghasilan Rp2 triliun per tahun," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjiatmoko menuturkan, berdasarkan hasil rapat minggu lalu di ruang rapat Sekertaris Daerah (Sekda), PT Transportasi Jakarta diberikan kesempatan memilih aset mana yang mau dikelola. Sebab, ada beberapa aset berupa tanah, bus, halte, JPO dan sebagainya.

Hasilnya, lanjut Sigit, PT Transportasi Jakarta menerima halte dan JPO. Namun, itu harus menunggu pencatatan aset oleh Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD). Sebab, saat penyesuaian Peraturan Daerah (Perda) terkait fungsi aset, halte dan JPO telah diserahkan ke Dinas Bina Marga.

"Nah kami sudah mengirimkan surat mutasi aset ke BPAD. Sekarang lagi proses," ujarnya. Dengan mengelola halte dan JPO, PT Transportasi Jakarta mendapatkan penghasilan tambahan lantaran halte dan JPO bisa dikerja samakan dengan pihak ketiga.

Namun, Sigit tidak mengetahui berapa penghasilan Transjakarta saat ini lantaran Dinas Perhubungan hanya mencatat operasional untuk pemberian subsidi. Sementara, untuk penghasilan berada di bawah Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BPBUMD).

"Ya nanti reklamasi bisa dipasang iklan ataupun dikerja samakan bentuk lain. Dishub itu hanya mencatat operasional terkait subsidi. Ya memang hampir setiap tahun subsidi meningkat dari 2016 Rp1,9 triliun menjadi Rp2,8 triliun pada 2017," ungkapnya.
(whb)
Berita Terkait
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Pemprov DKI Bongkar...
Pemprov DKI Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak, Anggaran Rp100 Miliar
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Empat Waduk untuk Antisipasi Banjir
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Kartu Peduli Anak dan Remaja Jakarta
Pemprov DKI Cabut KJP...
Pemprov DKI Cabut KJP dan KJMU yang Tidak Tepat Sasaran
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
5 jam yang lalu
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
7 jam yang lalu
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
7 jam yang lalu
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
9 jam yang lalu
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
9 jam yang lalu
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
10 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved