Soal Intimidasi di TPS, KPU DKI: Polisi Bilang Tidak Ada
Kamis, 20 April 2017 - 17:29 WIB
Soal Intimidasi di TPS, KPU DKI: Polisi Bilang Tidak Ada
A
A
A
JAKARTA - Komisioner KPU DKI Jakarta Dahlia Umar mengungkapkan sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait adanya laporan intimidasi yang ditemukan timses Ahok-Djarot di beberapa TPS.
"Dari Bawaslu belum, kalau di lapangan memang kami melihat ada kelompok masyarakat, apa saya tidak tahu, itu kelompok namanya apa memang mereka memantau, baik dari pasangan nomor dua dan nomor tiga," kata Dahlia kepada wartawan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Kamis, (20/4/2017).
Dahlia menuturkan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Pada prinsipnya putaran kedua kemarin semua berjalan aman, lancar dan tidak ada kendala tertentu dari pengamatan kepolisian.
"Karena dalam setiap satu TPS kan ada kepolisian setiap kami memantau kami selalu bertanya pada polisi, mereka sih jawab tidak ada," katanya. (Baca: Timses Ahok Klaim ada 13 Titik Lokasi Intimidasi )
Ia melanjutkan, apabila memang ditemukan hal tersebut, paslon petahan maupun paslon urut nomor tiga bisa segera melaporkan hal tersebut kepada Bawaslu agar segera ditindaklanjuti. (Baca juga: Intimidasi Warga, 2 Orang Diduga Pendukung Ahok Dikeroyok Massa )
"Kalau ada prosedur dilanggar, maka itu harus ditindaklanjuti??< oleh pengawas. Apalagi kalau membuat orang takut dan tidak jadi memilih. Tapi terus terang laporan itu enggak ada," katanya.
"Dari Bawaslu belum, kalau di lapangan memang kami melihat ada kelompok masyarakat, apa saya tidak tahu, itu kelompok namanya apa memang mereka memantau, baik dari pasangan nomor dua dan nomor tiga," kata Dahlia kepada wartawan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Kamis, (20/4/2017).
Dahlia menuturkan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Pada prinsipnya putaran kedua kemarin semua berjalan aman, lancar dan tidak ada kendala tertentu dari pengamatan kepolisian.
"Karena dalam setiap satu TPS kan ada kepolisian setiap kami memantau kami selalu bertanya pada polisi, mereka sih jawab tidak ada," katanya. (Baca: Timses Ahok Klaim ada 13 Titik Lokasi Intimidasi )
Ia melanjutkan, apabila memang ditemukan hal tersebut, paslon petahan maupun paslon urut nomor tiga bisa segera melaporkan hal tersebut kepada Bawaslu agar segera ditindaklanjuti. (Baca juga: Intimidasi Warga, 2 Orang Diduga Pendukung Ahok Dikeroyok Massa )
"Kalau ada prosedur dilanggar, maka itu harus ditindaklanjuti??< oleh pengawas. Apalagi kalau membuat orang takut dan tidak jadi memilih. Tapi terus terang laporan itu enggak ada," katanya.
(ysw)