Jelang Pencoblosan, Polisi Cium Mobilisasi Massa dari Tangerang ke DKI
Selasa, 18 April 2017 - 21:26 WIB
Jelang Pencoblosan, Polisi Cium Mobilisasi Massa dari Tangerang ke DKI
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang telah mengintruksikan pendeteksian dini mobilisasi massa dari Tangerang ke Jakarta pada pencoblosan Pilgub DKI putaran kedua, Rabu 19 April 2017. Massa itu rencananya akan memantau langsung pesta demokrasi di Jakarta.
Hal tersebut disampaikan oleh Camat Batu Ceper Nur Hidayatullah. Kata dia, pendeteksian itu untuk menghindari bentrokan di Jakarta yang bisa merembet ke daerah penyanggah Ibu Kota, seperti Tangerang.
"Berdasarkan rapat dengan Danramil di internal pemerintahan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa merembet ke Kota Tangerang. Titik-titik yang mendapat perhatian pengamanan adalah wilayah perbatasan di sepanjang Jalan Daan Mogot, dan di Terminal Poris Plawad," katanya saat ditemui KORAN SINDO di Tangerang, Selasa (18/4/2017).
Bahkan, kata dia, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan sejumlah ormas untuk mengantisipasi pengoptimalan massa ke Jakarta.
Di tempat yang sama, Kapolsek Batuceper Kompol Manurung mengatakan, massa yang akan ke Jakarta tidak akan ada yang berbeda dari aksi damai bela Islam beberapa waktu lalu dari Tangerang. Maka itu, kata dia, gampang untuk mengetahui massa tersebut.
"Kalaupun besok ditemukan orang yang ke Jakarta, apalagi dengan menggunakan bus akan kami halau langsung. Kami akan tanya mereka mau apa ke sana (Jakarta)?" kata Manurung.
Meski dalam pertemuan itu sejumlah perwakilan dari ormas FPI mengaku tidak ada perintah langsung ke Jakarta, pihaknya mencium akan ada pengerahan massa ke Jakarta. Itupun tidak dilakukan bergerombolan, melainkan dengan kelompok-kelompok kecil.
"Kalau jalannya berkelompok-kelompok kecil, dan tanpa menggunakan atribut organisasi, kami sulit juga. Tetapi kalau mau disekat, ya di Jatiuwung dan Karawaci, Kebon Nanas dan Cikokol. Tapi seberapa banyak pun kita taruh di Batu Ceper, tidak akan kuat. Tapi kalau di pinggir kita kurangin, itu bisa. Pagi-pagi sekali kami akan melakukan penjagaan. Kami akan fokus di dua titik, yakni di Stasiun Poris Plawad dan daerah perbatasan untuk menghalau mereka," terangnya.
Maka itu, dia meyakini, tetap akan ada massa yang datang ke Jakarta walaupun tidak secara kelompok besar.
"Kalau kita tahu keberangkatan mereka, akan kita imbau mereka agar tidak berangkat. Tapi pengalaman kita, mereka berangkat tidak bergerombol. Tapi dua tiga orang. Mereka yang berangkat dari sini orang keras semua, tidak pakai atribut. Kalau dari Batu Ceper ini tidak sampai 50 orang. Kalau mereka datang satu mobil, baru akan kita tindak. Kita siapkan 75 personel dari kepolisian, Danramil, dan kecamatan," katanya.
Hal tersebut disampaikan oleh Camat Batu Ceper Nur Hidayatullah. Kata dia, pendeteksian itu untuk menghindari bentrokan di Jakarta yang bisa merembet ke daerah penyanggah Ibu Kota, seperti Tangerang.
"Berdasarkan rapat dengan Danramil di internal pemerintahan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa merembet ke Kota Tangerang. Titik-titik yang mendapat perhatian pengamanan adalah wilayah perbatasan di sepanjang Jalan Daan Mogot, dan di Terminal Poris Plawad," katanya saat ditemui KORAN SINDO di Tangerang, Selasa (18/4/2017).
Bahkan, kata dia, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan sejumlah ormas untuk mengantisipasi pengoptimalan massa ke Jakarta.
Di tempat yang sama, Kapolsek Batuceper Kompol Manurung mengatakan, massa yang akan ke Jakarta tidak akan ada yang berbeda dari aksi damai bela Islam beberapa waktu lalu dari Tangerang. Maka itu, kata dia, gampang untuk mengetahui massa tersebut.
"Kalaupun besok ditemukan orang yang ke Jakarta, apalagi dengan menggunakan bus akan kami halau langsung. Kami akan tanya mereka mau apa ke sana (Jakarta)?" kata Manurung.
Meski dalam pertemuan itu sejumlah perwakilan dari ormas FPI mengaku tidak ada perintah langsung ke Jakarta, pihaknya mencium akan ada pengerahan massa ke Jakarta. Itupun tidak dilakukan bergerombolan, melainkan dengan kelompok-kelompok kecil.
"Kalau jalannya berkelompok-kelompok kecil, dan tanpa menggunakan atribut organisasi, kami sulit juga. Tetapi kalau mau disekat, ya di Jatiuwung dan Karawaci, Kebon Nanas dan Cikokol. Tapi seberapa banyak pun kita taruh di Batu Ceper, tidak akan kuat. Tapi kalau di pinggir kita kurangin, itu bisa. Pagi-pagi sekali kami akan melakukan penjagaan. Kami akan fokus di dua titik, yakni di Stasiun Poris Plawad dan daerah perbatasan untuk menghalau mereka," terangnya.
Maka itu, dia meyakini, tetap akan ada massa yang datang ke Jakarta walaupun tidak secara kelompok besar.
"Kalau kita tahu keberangkatan mereka, akan kita imbau mereka agar tidak berangkat. Tapi pengalaman kita, mereka berangkat tidak bergerombol. Tapi dua tiga orang. Mereka yang berangkat dari sini orang keras semua, tidak pakai atribut. Kalau dari Batu Ceper ini tidak sampai 50 orang. Kalau mereka datang satu mobil, baru akan kita tindak. Kita siapkan 75 personel dari kepolisian, Danramil, dan kecamatan," katanya.
(mhd)