Usai Debat Putaran Dua, Elektabilitas Anies-Sandi Terus Naik
Minggu, 16 April 2017 - 21:30 WIB
Usai Debat Putaran Dua, Elektabilitas Anies-Sandi Terus Naik
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Survei Indomatrik Puskaptis merilis hasil survei kandidat Calon Gubernur (Cagub)-Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta 2017 pasca debat pilgub putaran kedua 12 April lalu. Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengalami peningkatan dan menempati posisi pertama dengan angka 49,08%.
Direktur Indomatrik Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husain Yazid mengatakan, hasil survei Indomatrik Puskaptis mencatat, bahwa hasil debat pilgub meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan hak pilih pada pencoblosan putaran kedua. Setelah menyaksikan debat pada Rabu 12 April 2017, angka golongan putih (golput) pada putaran pertama sebesar 23% akan turun menjadi di bawah 20%.
"Setelah melihat visi misi yang dipaparkan paslon cagub-cawagub, terjadi kecenderungan peningkatan minat terhadap pencoblosan putaran kedua. Sekitar lima persen kelompok golput menyatakan akan berpartisipadi pada putaran kedua. Begitu pula kelompok suara Agus-Sylvi juga akan mencoblos," kata Husain Yazid di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/4).
Husain menjelaskan, survei itu dilakukan Indomatrik selama tiga hari dari tanggal 13 sampai 15 April, dengan jumlah responden 440 sampel yang tersebar di lima kota dan satu kabupaten yang terdiri dari 44 kecamatan atau 113 kelurahan. Survei dilakukan secara tatap muka dengan margin eror 4,8%.
Mengenai elektabilitas dari kedua paslon Pilgub DKI Jakarta, sambung Husain, sama-sama terjadi kenaikan dibandingkan putaran pertama.
"Pada putaran pertama elektabilitas Ahok-Djarot sebesar 46,17% kini meningkat menjadi 47,09%. Adapun Anies-Sandi sedikit lebih unggul, dari 48.40% menjadi 49.08%," bebernya.
Salah satu faktor pendukung naiknya elektabilitas Anies-Sandi juga disumbang suara dari mantan pendukung Agus-Sylvi. "Suara Agus-Sylvi pada putaran pertama sebesar 17%. Adapun yang beralih ke Anies-Sandi sekitar 11%, sedangkan sisanya kepada Ahok-Djarot," katanya.
Direktur Indomatrik Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husain Yazid mengatakan, hasil survei Indomatrik Puskaptis mencatat, bahwa hasil debat pilgub meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan hak pilih pada pencoblosan putaran kedua. Setelah menyaksikan debat pada Rabu 12 April 2017, angka golongan putih (golput) pada putaran pertama sebesar 23% akan turun menjadi di bawah 20%.
"Setelah melihat visi misi yang dipaparkan paslon cagub-cawagub, terjadi kecenderungan peningkatan minat terhadap pencoblosan putaran kedua. Sekitar lima persen kelompok golput menyatakan akan berpartisipadi pada putaran kedua. Begitu pula kelompok suara Agus-Sylvi juga akan mencoblos," kata Husain Yazid di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/4).
Husain menjelaskan, survei itu dilakukan Indomatrik selama tiga hari dari tanggal 13 sampai 15 April, dengan jumlah responden 440 sampel yang tersebar di lima kota dan satu kabupaten yang terdiri dari 44 kecamatan atau 113 kelurahan. Survei dilakukan secara tatap muka dengan margin eror 4,8%.
Mengenai elektabilitas dari kedua paslon Pilgub DKI Jakarta, sambung Husain, sama-sama terjadi kenaikan dibandingkan putaran pertama.
"Pada putaran pertama elektabilitas Ahok-Djarot sebesar 46,17% kini meningkat menjadi 47,09%. Adapun Anies-Sandi sedikit lebih unggul, dari 48.40% menjadi 49.08%," bebernya.
Salah satu faktor pendukung naiknya elektabilitas Anies-Sandi juga disumbang suara dari mantan pendukung Agus-Sylvi. "Suara Agus-Sylvi pada putaran pertama sebesar 17%. Adapun yang beralih ke Anies-Sandi sekitar 11%, sedangkan sisanya kepada Ahok-Djarot," katanya.
(mhd)