Gunakan Fasilitas Negara, Timses Ahok-Djarot Dilaporkan ke Bawaslu

Minggu, 16 April 2017 - 14:46 WIB
Gunakan Fasilitas Negara,...
Gunakan Fasilitas Negara, Timses Ahok-Djarot Dilaporkan ke Bawaslu
A A A
JAKARTA - Tim Sukses (Timses) Ahok-Djarot dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta karena diduga melakukan politik uang, kampanye di luar jadwal, dan penggunaan fasilitas negara. Timses calon petahana menggunakan fasilitas negara untuk kampanye.

"Saya ucapkan Innalillahi atas terbunuhnya demokrasi yang adil dan jujur. Kami Tim Anies-Sandi melaporkan timses nomor dua atas dugaan pelanggaran money politik, kampanye di luar jadwal, dan penggunaan fasilitas negara untuk kampanye," ujar anggota tim advokat tim Anies-Sandi, Amir Hamzah di Bawaslu DKI Jakarta, Sunter, Jakarta Utara, Minggu (16/4/2017).

Menurut Amir, pelanggaran itu dilakukan di sejumlah titik yang ada di DKI Jakarta, seperti Kalibata, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Cilincing, Jakarta Utara, dan Cengkareng, Jakarta Barat. Rawamangun, Kali Baru, Klender, dan Rawamangun, Jakarta Timur. Adapun pelanggaran itu diduga dilakukan di basis kemenangan Anies-Sandi.

"Penggunaan fasilitas negara, karena kami temukan ada rumah di Kompleks DPR di Kalibata yang dijadikan tempat penimbunan sembako," tuturnya.

Dia menerangkan, sembako yang ditimbun itu dibagikan secara gratis ke masyarakat. Adapun laporan itu berdasarkan pengaduan dari masyarakat yang ada di wilayah-wilayah tersebut. Dari data selama seminggu, pihaknya menemukan 10 tempat yang terdapat pelanggaran tersebut. "Dalam laporan ini, kami bawa foto dan video di lokasi penimbunan sembako itu," jelasnya.

Dia menjelaskan, adanya pengubahan pola money politik yang tadinya membagikan sembako gratis kini menjual sembako dengan diskon 90%. Saat ini juga, kata dia, ada timnya yang melaporkan timses Ahok-Djarot ke Panwaslu Jakarta Barat tentang temuan pelanggaran kampanye di masa tenang.

"Di Panwas Jakbar, hari ini di masa tenang mereka masih berikan pembagian sembako, ini masa tenang kok jadi tak tenang," cetusnya.

Maka itu, dia meminta Bawaslu DKI menindak lanjuti laporan ini. "Kami minta Bawaslu menindak lanjuti, praktik seperti ini harus dihentikan, jangan sampai dicedirai demokrasi ini," pintanya.
(mhd)
Berita Terkait
Penasaran, Ini Mahakarya...
Penasaran, Ini Mahakarya Gubernur DKI dari Sutiyoso hingga Anies
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
Menakar Peluang Duet...
Menakar Peluang Duet Anies-Ahok di Pilkada DKI Jakarta
Survei Polstat: Elektabilitas...
Survei Polstat: Elektabilitas Anies Tertinggi di Pilgub DKI Jakarta, Ahok Kedua
Respons Ganjar soal...
Respons Ganjar soal Wacana Duet Anies-Ahok di Pilkada DKI Jakarta
Survei Cagub DKI: Anies...
Survei Cagub DKI: Anies Baswedan Terkuat, Elektabilitas Ahmad Sahroni di atas Djarot
Berita Terkini
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
52 menit yang lalu
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
8 jam yang lalu
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
8 jam yang lalu
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
8 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
8 jam yang lalu
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
8 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved