Anies-Sandi Pertanyakan KPU DKI Jalankan Hasil Sinkronisasi DPT

Jum'at, 14 April 2017 - 14:32 WIB
Anies-Sandi Pertanyakan...
Anies-Sandi Pertanyakan KPU DKI Jalankan Hasil Sinkronisasi DPT
A A A
JAKARTA - Tim Pemenangan pasangan calon gubernur dan calon wagub gubernur (cagub-cawagub) DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno, mempertanyakan keseriusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI dalam menjalankan keputusan rapat menyangkut data pemilih.

Pada awal April, diketahui KPU DKI mengundang tim sukses (timses) kandidat serta stakeholder terkait menyangkut data pemilih. Rapat digelar beberapa kali dan di sejumlah tempat, mulai persiapan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), temuan data bermasalah, tindaklanjut, hingga sinkronisasi.

"Dalam rapat yang digelar sejak 1 sampai 4 April, terus dilanjutkan 7 dan 10 April, itu ada beberapa keputusan yang disahkan KPU DKI berdasarkan kesepakatan bersama. Tapi, hingga sekarang belum semua dilakukan KPU DKI," ujar Wakil Ketua Tim Data dan Saksi Anies-Sandi, Ahmad Sulhy, di Jakarta, Jumat (14/4/2017).

Salah satu hal krusial yang disoroti timses paslon nomor 3 tersebut, menyangkut pemberian salinan DPT yang telah ditandai atau diarsir yang merupakan buah dari temuan atas pemilih ganda dan bermasalah. "Padahal, sekarang form C6 (surat pemberitahuan kepada pemilih, red) sedang didistribusikan. Kami baru menerima sebagian salinan DPT yang sudah diarsir," ungkapnya.

Menurut politikus Gerindra ini, hal tersebut menjadi riskan dalam pemungutan suara putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI, 19 April mendatang. Sebab, timses tidak bisa mengontrol pendistribusian C6, apakah telah diberikan kepada pemilih yang berhak atau salah sasaran.

"Bisa jadi, KPPS (Kelompok Panitia Pemungutan Suara) juga salah mendistribusikan C6, karena mereka juga belum menerima salinan DPT yang telah diarsir dan hasil sinkronisasi," ucapnya.

Timses Anies-Sandi juga mempertanyakan keseriusan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI dalam menyerahkan salinan daftar warga daerah yang datang ke ibu kota. "Surat keterangan pindah datang dari Dukcapil satu nama pun belum sama sekali kami terima. Ini juga sama riskannya," tambahnya.

"Kami hanya ingin mengingatkan, bahwa kerja-kerja KPU maupun instansi terkait harus dikontrol sebagai wujud jalannya demokrasi, karena ada check and balance. Apalagi, keputusan tersebut berdasarkan kesepakatan bersama," ucap Sulhy.
(pur)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
2 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
2 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
3 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
3 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
5 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
6 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved