Bangun Jakarta Jangan Hanya Probisnis, tapi Juga Harus Prorakyat
Selasa, 11 April 2017 - 20:02 WIB
Bangun Jakarta Jangan Hanya Probisnis, tapi Juga Harus Prorakyat
A
A
A
JAKARTA - Sebagai sebuah ibu kota, Jakarta harus dibangun dengan pendekatan yang beragam. Kesenjangan yang tinggi hanya dapat dipangkas dengan kehadiran pemimpin yang bisa menyeimbangkan antara probisnis dengan prorakyat.
"Jakarta harus bangun sama-sama jalan, probisnis iya, prorakyat iya. Kalau probisnis terus seperti sekarang tentu tidak ada keberpihakan kepada masyarakat bawah," ujar Chairman dan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) saat menggelar sharing session dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017).
Menurut HT, kehadiran pemimpin dengan orientasi pembangunan probisnis memang tidak sepenuhnya salah, namun untuk mencapai kondisi yang ideal perlu ada keberpihakan pada kelompok lemah. "Probisnis bagus membuka lapangan kerja, tapi prorakyat juga harus diperhatikan memberi peluang bagi rakyat untuk meningkatkan taraf hidup," ucapnya.
HT menambahkan, bahwa Jakarta adalah cerminan bagi daerah lain. Oleh sebab itu pemimpin nanti haruslah orang yang tepat, yang akan membawa gairah juga bagi daerah lain untuk mencapai kesuksesan. "Jakarta adalah cerminan bagi daerah lain. Oleh karenanya pemimpin harus tepat," pungkasnya.
"Jakarta harus bangun sama-sama jalan, probisnis iya, prorakyat iya. Kalau probisnis terus seperti sekarang tentu tidak ada keberpihakan kepada masyarakat bawah," ujar Chairman dan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) saat menggelar sharing session dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017).
Menurut HT, kehadiran pemimpin dengan orientasi pembangunan probisnis memang tidak sepenuhnya salah, namun untuk mencapai kondisi yang ideal perlu ada keberpihakan pada kelompok lemah. "Probisnis bagus membuka lapangan kerja, tapi prorakyat juga harus diperhatikan memberi peluang bagi rakyat untuk meningkatkan taraf hidup," ucapnya.
HT menambahkan, bahwa Jakarta adalah cerminan bagi daerah lain. Oleh sebab itu pemimpin nanti haruslah orang yang tepat, yang akan membawa gairah juga bagi daerah lain untuk mencapai kesuksesan. "Jakarta adalah cerminan bagi daerah lain. Oleh karenanya pemimpin harus tepat," pungkasnya.
(pur)