Kakek Amin Tewas dalam Kamar dengan Luka Sabetan Senjata Tajam
Jum'at, 07 April 2017 - 14:55 WIB
Kakek Amin Tewas dalam Kamar dengan Luka Sabetan Senjata Tajam
A
A
A
KENDAL - Amin (80) seorang kakek ditemukan tewas bersimbah darah dalam kamar rumahnya di Desa Juwiring, Kecamatan Cepiring, Kendal, Jawa Tengah, Jumat siang (7/4/2017). Korban ditemukan anaknya Siti Ngaisah sudah tidak bernyawa dengan luka sabetan senjata tajam.
Anak korban yang curiga saat hendak mengantarkan makanan setiap hari tidak melihat bapaknya di ruang tengah. Siti Ngaisah kaget saat masuk ke dalam kamar tubuh bapaknya sudah bersimbah darah akibat sabetan senjata tajam di kepala dan punggungnya.
Sontak Siti Ngaisah berteriak meminta tolong polisi yang menerima laporkan pembunuhan ini langsung memasang garis polisi di rumah korban dan memeriksa sejumlah saksi.
Menurut Siti Ngaisah, bapaknya memang tinggal sendiri di rumahnya setiap hari dia mengirimkan makanan karena rumahnya tidak jauh dari rumah korban. Dia mengatakan bapaknya tidak mempunyai musuh dan di dalam rumah juga tidak ada barang berharga.
Polisi mengerahkan anjing pelacak untuk mencari barang bukti alat yang digunakan untuk menghabisi korban. Anjing pelacak sempat mengendus salah satu ruang di dalam kamar namun tidak ditemukan barang bukti.
Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar mengatakan, korban ditemukan oleh anaknya sendiri yang hendak mengantarkan makanan. Polisi masih mendalami kasus ini dengan mencari barang bukti.
Dugaan sementara korban tewas dengan sabetan senjata tajam di kepala, wajah dan punggung. Namun demikian Kasat Reskrim belum bisa memastikan motif dan modus yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.
“Kita menemukan sebuah tas warna hitam berisi pakaian yang berada di sekitar rumah korban. Namun demikian belum bisa dipastikan apakah tas yang tertinggal tersebut milik pelaku atau bukan. Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Soewondo untuk diautopsi,” kata AKP Aris Munandar.
Anak korban yang curiga saat hendak mengantarkan makanan setiap hari tidak melihat bapaknya di ruang tengah. Siti Ngaisah kaget saat masuk ke dalam kamar tubuh bapaknya sudah bersimbah darah akibat sabetan senjata tajam di kepala dan punggungnya.
Sontak Siti Ngaisah berteriak meminta tolong polisi yang menerima laporkan pembunuhan ini langsung memasang garis polisi di rumah korban dan memeriksa sejumlah saksi.
Menurut Siti Ngaisah, bapaknya memang tinggal sendiri di rumahnya setiap hari dia mengirimkan makanan karena rumahnya tidak jauh dari rumah korban. Dia mengatakan bapaknya tidak mempunyai musuh dan di dalam rumah juga tidak ada barang berharga.
Polisi mengerahkan anjing pelacak untuk mencari barang bukti alat yang digunakan untuk menghabisi korban. Anjing pelacak sempat mengendus salah satu ruang di dalam kamar namun tidak ditemukan barang bukti.
Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar mengatakan, korban ditemukan oleh anaknya sendiri yang hendak mengantarkan makanan. Polisi masih mendalami kasus ini dengan mencari barang bukti.
Dugaan sementara korban tewas dengan sabetan senjata tajam di kepala, wajah dan punggung. Namun demikian Kasat Reskrim belum bisa memastikan motif dan modus yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.
“Kita menemukan sebuah tas warna hitam berisi pakaian yang berada di sekitar rumah korban. Namun demikian belum bisa dipastikan apakah tas yang tertinggal tersebut milik pelaku atau bukan. Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Soewondo untuk diautopsi,” kata AKP Aris Munandar.
(sms)