Jalin Kerja Sama dengan Jepang, Olly Dapat Apresiasi

Selasa, 28 Maret 2017 - 06:16 WIB
Jalin Kerja Sama dengan...
Jalin Kerja Sama dengan Jepang, Olly Dapat Apresiasi
A A A
JAKARTA - Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menjalin kerja sama pengembangan antar pemerintah Sulawesi Utara dengan IM Jepang. Kerja sama itu dengan cara membuka kesempatan bagi pelajar Sulut untuk magang ke Jepang.

IM Japan merupakan sponsor dan atau pelindung bagi peserta selama mengikuti magang kerja di Jepang. Dengan bahasa yang lebih familiar, IM Japan kerap disebut sebagai 'ayah angkat' bagi peserta magang selama berada di Negeri Sakura itu.

"Kami berencana membuka lowongan magang sebanyak mungkin, dan para calon magang akan dididik oleh pemerintah lewat Disnakertrans agar mereka benar-benar siap mengikuti perekrutan," terang Olly dalam siaran pers yang diterima wartawan, Senin (27/3/2017).

Kepada anak-anak Sulut yang mengikuti program magang di Jepang, dia berharap, anak-anaknya itu serius dalam mengikuti proses perekrutan dengan mengikuti keseluruhan prosedur yang ada.

Marco Mailor, salah seorang peserta magang menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Olly Dondokambey yang sangat serius mengembangkan program ini.

Marco menyebut, Gubernur Ollu dan Medy Lensun sebagai orang yang memprakarsai program magang ke Jepang hingga bisa dilaksanakan di Boltim dan Sulawesi Utara.

"Banyak pengalaman yang luar biasa selama jadi kenshusei (siswa magang), kami bisa mendapatkan banyak ilmu, etos kerja dan bagaimana disiplinnya orang Jepang dalam bekerja," ucap Marco.

Untuk diketahui, program magang ke Jepang adalah kerja sama Kemenakertrans, IM Japan dan pemerintah daerah. Khusus bagi putra putri lulusan SMA sederajat usia 19-26 tahun tanpa cacat fisik dan mengikuti tes matematika, kesamaptaan, lari, push up, sit up, wawancara serta pemeriksaan kesehatan.

Bagi calon peserta yang lolos akan mengikuti pendidikan pra magang 2 bulan di daerah, dua bulan di cevest dan jika lulus akan di berangkatkan ke Jepang.

Di Negeri Sakura mereka akan mengikuti pendidikan selama sebulan sebelum bekerja dan selesai pendidikan akan langsung mengikuti program magang selama 3 tahun.

Selama magang, mereka akan mendapatkan tunjangan sekitar 15 juta per bulan dan modal kerja saat menyelesaikan program.
(mhd)
Berita Terkait
Stafsus Menkeu: Inovasi...
Stafsus Menkeu: Inovasi Kebijakan Daerah Jadi Kunci Pembangunan Nasional
Kunjungi Pelosok, Gubernur...
Kunjungi Pelosok, Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Rp1 Miliar
Pohuwatu Gunakan Dana...
Pohuwatu Gunakan Dana Desa Bangun Rumah Sehat Komunal Gratis Bagi Warga Miskin
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Tunjukkan Komitmen Dukung Pembangunan Daerah
Daya Saing Award, Upaya...
Daya Saing Award, Upaya Majukan Potensi di Daerah
Akselerasi Pembangunan...
Akselerasi Pembangunan Daerah
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
4 jam yang lalu
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
6 jam yang lalu
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
7 jam yang lalu
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
8 jam yang lalu
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
8 jam yang lalu
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved