Antisipasi Narkoba, Pengelola Apartemen di Depok Diminta Lebih Kooperatif
Minggu, 26 Maret 2017 - 21:25 WIB
Antisipasi Narkoba, Pengelola Apartemen di Depok Diminta Lebih Kooperatif
A
A
A
DEPOK - Untuk mengantisipasi peredaran narkoba, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna meminta pengelola apartemen lebih kooperatif terhadap petugas. Apalagi, saat ini penyalahgunaan narkoba di Depok cukup tinggi.
"Kita prihatin dengan kasus ini karena di atas kasus hukum lainnya. Bahkan penjara sampa tidak muat," kata Pradi saat olahraga bersama di Evencio Apartemen, Minggu (27/3/2017).
Oleh karenanya ditegaskan bahwa mengantisipasi peredaran narkoba tidak hanya dilimpahkan pada polisi saja. Tetapi perlu kerjasama dengan instansi vertikal dan seluruh stakeholder.
"Masyarakat termasuk di dalamnya. Saya minta ada keterlibatan masyarakat untuk mengawasi peredarannya di hunian ekslusif ini (apartemen)," katanya.
Dia juga menekankan pada pengelola untuk terbuka terhadap petugas. Jika memang ada penghuni yang terindikasi dan petugas memerlukan akses kedalam maka pengelola harus memberikan jalan.
"Kami minta keterbukaan pengelola memudahhan aparat untuk memudahkan dalam hal penyidikan. Kalau sampai tidak terbuka kita akan berikan teguran," tegasnya.
Diakui dia bahwa apartemen kerap dijadikan lokasi hunian pengedar. Karena sifat ekslusiftasnya itu yang kemudian dimanfaatkan.
"Ada memang oknum pengedar yang tinggal di apartemen. Karenanya kita minta keterbukaan dari pengelola," katanya.
Menanggapi hal itu, Vice President Marketing PP Property selaku pengelola Apartemen Evencio menuturkan karakter hunian vertikal memang ekslusif. Namun pihaknya mengaku akan terbuka jika memang ada indikasi ke arah sana.
"Apartemen memang punya privatisasi, tidak semua orang bisa masuk. Untuk disini kami akan melakukan pakta integritas dengan penghuni terkait narkoba," katanya.
Apartemen Evencio akan melakukan pengawasan internal bagi seluruh penghuni. Bahkan untuk keamanan pihaknya juga melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN).
"Security kita diberi pembekalan oleh BNN. Jadi bisa melihat gerak gerik mencurigakan jika memang ada yang terindikasi narkoba," katanya.
"Kita prihatin dengan kasus ini karena di atas kasus hukum lainnya. Bahkan penjara sampa tidak muat," kata Pradi saat olahraga bersama di Evencio Apartemen, Minggu (27/3/2017).
Oleh karenanya ditegaskan bahwa mengantisipasi peredaran narkoba tidak hanya dilimpahkan pada polisi saja. Tetapi perlu kerjasama dengan instansi vertikal dan seluruh stakeholder.
"Masyarakat termasuk di dalamnya. Saya minta ada keterlibatan masyarakat untuk mengawasi peredarannya di hunian ekslusif ini (apartemen)," katanya.
Dia juga menekankan pada pengelola untuk terbuka terhadap petugas. Jika memang ada penghuni yang terindikasi dan petugas memerlukan akses kedalam maka pengelola harus memberikan jalan.
"Kami minta keterbukaan pengelola memudahhan aparat untuk memudahkan dalam hal penyidikan. Kalau sampai tidak terbuka kita akan berikan teguran," tegasnya.
Diakui dia bahwa apartemen kerap dijadikan lokasi hunian pengedar. Karena sifat ekslusiftasnya itu yang kemudian dimanfaatkan.
"Ada memang oknum pengedar yang tinggal di apartemen. Karenanya kita minta keterbukaan dari pengelola," katanya.
Menanggapi hal itu, Vice President Marketing PP Property selaku pengelola Apartemen Evencio menuturkan karakter hunian vertikal memang ekslusif. Namun pihaknya mengaku akan terbuka jika memang ada indikasi ke arah sana.
"Apartemen memang punya privatisasi, tidak semua orang bisa masuk. Untuk disini kami akan melakukan pakta integritas dengan penghuni terkait narkoba," katanya.
Apartemen Evencio akan melakukan pengawasan internal bagi seluruh penghuni. Bahkan untuk keamanan pihaknya juga melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN).
"Security kita diberi pembekalan oleh BNN. Jadi bisa melihat gerak gerik mencurigakan jika memang ada yang terindikasi narkoba," katanya.
(ysw)