Tiga Hari Tak Terlihat, Supriantoko Ditemukan Tewas Membusuk
Rabu, 22 Maret 2017 - 21:55 WIB
Tiga Hari Tak Terlihat, Supriantoko Ditemukan Tewas Membusuk
A
A
A
BLITAR - Supriantoko (35) warga Dusun Kates, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung ditemukan tidak bernyawa di kamar kosnya Jalan Aryo Blitar Kota Blitar.
Jasad Supriantoko dalam kondisi busuk. Beberapa bagian tubuhnya membengkak. Yang bersangkutan diduga sudah tewas lebih sehari.
"Kalau melihat kondisinya diduga sudah lebih sehari," ujar Kasatreskrim Polres Kota Blitar AKP Heri Sugiono, Rabu (22/3/2017).
Informasi yang dihimpun Supriantoko baru sebulan bertempat tinggal di kosan Kota Blitar. Sebelumnya dia bekerja di Bali sebagai karyawan swasta. Tetangga kamar kos yang pertama kali menemukan mengaku awalnya mencium bau tidak sedap.
Setelah mencari kesana kemari, bau busuk itu dicurigai bersumber dari arah kamar Supriantoko.
Apalagi sudah tiga hari yang bersangkutan tidak tampak batang hidungnya. "Saat mengecek kamar korban ternyata tidak dikunci. Saksi langsung membukanya," terang Heri.
Saat ditemukan tubuh korban dalama posisi terlentang, kepalanya berada di atas tempat tidur dan kedua kakinya selonjor di lantai.
Dari olah TKP kata Heri, petugas tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Hasil pemeriksaan sementara penyebab kematian murni karena sakit. Diduga saat kambuh tidak ada penghuni kos lain yang tahu.
"Informasi yang disampaikan keluarga korban, yang bersangkutan memiliki riwayat sakit infeksi lambung akut. Saat ini juga keluarga mengambil jenazah korban untuk dimakamkan," pungkasnya.
Jasad Supriantoko dalam kondisi busuk. Beberapa bagian tubuhnya membengkak. Yang bersangkutan diduga sudah tewas lebih sehari.
"Kalau melihat kondisinya diduga sudah lebih sehari," ujar Kasatreskrim Polres Kota Blitar AKP Heri Sugiono, Rabu (22/3/2017).
Informasi yang dihimpun Supriantoko baru sebulan bertempat tinggal di kosan Kota Blitar. Sebelumnya dia bekerja di Bali sebagai karyawan swasta. Tetangga kamar kos yang pertama kali menemukan mengaku awalnya mencium bau tidak sedap.
Setelah mencari kesana kemari, bau busuk itu dicurigai bersumber dari arah kamar Supriantoko.
Apalagi sudah tiga hari yang bersangkutan tidak tampak batang hidungnya. "Saat mengecek kamar korban ternyata tidak dikunci. Saksi langsung membukanya," terang Heri.
Saat ditemukan tubuh korban dalama posisi terlentang, kepalanya berada di atas tempat tidur dan kedua kakinya selonjor di lantai.
Dari olah TKP kata Heri, petugas tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Hasil pemeriksaan sementara penyebab kematian murni karena sakit. Diduga saat kambuh tidak ada penghuni kos lain yang tahu.
"Informasi yang disampaikan keluarga korban, yang bersangkutan memiliki riwayat sakit infeksi lambung akut. Saat ini juga keluarga mengambil jenazah korban untuk dimakamkan," pungkasnya.
(nag)