Figur dengan Popularitas Tinggi Belum Tentu Menang di Pilgub Jabar

Selasa, 21 Maret 2017 - 13:25 WIB
Figur dengan Popularitas...
Figur dengan Popularitas Tinggi Belum Tentu Menang di Pilgub Jabar
A A A
BANDUNG - Popularitas rupanya bukan jadi satu-satunya pertimbangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam mengusung calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) di Pemilihan Gubernur Jawa Barat Tahun 2018.

Sekretaris DPD PDIP Jabar Abdi Yuhana mengungkapkan, belajar dari pilgub sebelumnya yakni 2008 dan 2013, popularitas seorang tokoh terbukti tidak cukup untuk memenangi pilkada di Jabar.

"Berdasarkan evaluasi Pilkada 2008 dan 2013 lalu, ternyata figur yang memiliki popularitas tinggi belum tentu juga menang di Pilkada Jabar. Contohnya saja Dede Yusuf waktu itu," kata Abdi saat dihubungi KORAN SINDO, Senin (20/3/2017).

Dalam menghadapi pilgub kali ini, pihaknya sudah menyiapkan skenario yang didasarkan pada tiga hal. Pertama, karena PDIP memiliki 20 kursi dan bisa mengusung calon sendiri, pihaknya memiliki waktu yang panjang hingga injury time untuk menentukan siapa calon yang akan diusung.

Kedua, hasil evaluasi pilkada sebelumnya, membuat PDIP tidak melulu terpatok pada figur yang miliki popularitas tinggi. Ketiga, keputusan calon yang diusung tersebut diserahkan pada domain keputusan DPP.

"Berdasarkan ketiga hal tersebut, kami dari DPD Jabar tentu akan melakukan seleksi yang lebih ketat. Rencananya seleksi penjaringan ini akan dilakukan di pertengahan Mei 2017. Mekanisme partai akan kami lakukan sebagaimana mestinya dan nanti akan kami lemparkan pada publik melalui survei. Dari hasil survei itulah kemudian baru kelihatan popularitas, elektabilitas, dan lainnya," jelas Abdi.

Menurutnya, selama ini Ridwan Kamil (RK) sudah intens melakukan komunikasi politik dengan DPP PDIP. Namun, komunikasi langsung dengan DPD Jabar maupun struktur di bawahnya belum dilakukan.

"Fungsi partai politik untuk memunculkan tokoh-tokoh yang duduk di lembaga politik. Kami juga memiliki kader internal yang mumpuni untuk memimpin Jabar, jadi kenapa tidak. Jika baik, salah satu atau bahkan keduanya yang kami usung untuk dicalonkan nanti," ujar Abdi.

Soal langkah Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang sudah mendahului untuk mengusung Ridwan Kamil, pihaknya mengaku tidak menutup kemungkinan untuk berkoalisi. Namun, tetap harus kembali pada rekomendasi dari DPP. "Kami akan patuh terhadap keputusan DPP." (Baca Juga: Pilgub Jawa Barat, PKS Siap Salip NasDem(zik)
wa-channel
Follow
Berita Terkait
Alasan Anies Baswedan...
Alasan Anies Baswedan Tak Jadi Maju Pilkada Jawa Barat 2024
KPU dan Pemprov Jabar...
KPU dan Pemprov Jabar Sepakati Dana Pilgub 2024 Capai Rp1,104 Triliun
Nyoblos di Bandung,...
Nyoblos di Bandung, Ridwan Kamil Harap Pemimpin Jabar ke Depan Dapat Lanjutkan Prestasi
KPU Jabar Tetapkan 35.966.840...
KPU Jabar Tetapkan 35.966.840 Pemilih di Pilkada Jabar 2024
PDIP Incar Kursi Cawagub...
PDIP Incar Kursi Cawagub di Pilkada Jawa Barat
Diduga Kelelahan, 6...
Diduga Kelelahan, 6 Petugas Pilkada di Jawa Barat Meninggal
Berita Terkini
Arus Balik di Cipali-Palikanci...
Arus Balik di Cipali-Palikanci dan Pantura Cirebon Ramai Lancar
2 jam yang lalu
Arus Balik Lebaran di...
Arus Balik Lebaran di Lingkar Barat Nagreg Macet Mengular hingga 5 Kilometer
2 jam yang lalu
Polisi Dibegal di Jalan...
Polisi Dibegal di Jalan Raya Inspeksi Kalimalang Bekasi, Motornya Dibawa Kabur Pelaku
2 jam yang lalu
Lerai Bentrokan Warga,...
Lerai Bentrokan Warga, Kanit Intel Polsek Wahai Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal
3 jam yang lalu
Garda Satu Apresiasi...
Garda Satu Apresiasi Kebijakan Dedi Mulyadi Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan
3 jam yang lalu
Kabaharkam Polri Imbau...
Kabaharkam Polri Imbau Pemudik di Bakauheni Waspada di Perjalanan
4 jam yang lalu
Terpopuler
Infografis
Danau Laguna Verde,...
Danau Laguna Verde, Danau Paling Beracun di Dunia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved