Penyebaran Kontrak Politik Palsu, Timses Ahok: Kita Enggak Mungkin Begitu
Senin, 20 Maret 2017 - 16:46 WIB
Penyebaran Kontrak Politik Palsu, Timses Ahok: Kita Enggak Mungkin Begitu
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Timses Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni membantah dengan tegas pernyataan politikus Golkar Ahmad Doli Kurnia yang menyebut jika surat akad kontrak yang beredar di media sosial merupakan pekerjaan mereka.
"Enggak mungkin urus begitu. Kita udah sibuk banget ngurusin pekerjaan lain," kata pria yang akrab disapa Toni kepada SINDOnews, Senin (20/3/2017).
Toni menambahkan seharusnya pernyataan Doli ini dipertanyakan langsung kepada petinggi Golkar. Apakah pernyataan ini bersifat pendapat pribadi atau memang atas persetujuan partai. (Baca: Kontrak Politik Palsu, Politikus Golkar Ini Yakin Itu Ulah Tim Ahok )
"Konfirmasi saja ke Pak Setya Novanto atau Pak Idrus Mahram, apakah pendapat ini pribadi atau membawa partai. Tanyakan juga posisi Pak Doli di Golkar seperti apa," kata Toni.
Sebelumnya diberitakan, politikus muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia meyakini beredarnya kontrak politik palsu tersebut merupakan perbuatan dari kompetitor pasangan Anies-Sandi, yakni Ahok-Djarot beserta timnya.
Menurut Doli, paskaputaran pertama Pilgub DKI Jakarta akhir-akhir ini tim Ahok-Djarot menunjukan cara-cara yang semakin brutal dalam menghadapi kompetisi.
"Enggak mungkin urus begitu. Kita udah sibuk banget ngurusin pekerjaan lain," kata pria yang akrab disapa Toni kepada SINDOnews, Senin (20/3/2017).
Toni menambahkan seharusnya pernyataan Doli ini dipertanyakan langsung kepada petinggi Golkar. Apakah pernyataan ini bersifat pendapat pribadi atau memang atas persetujuan partai. (Baca: Kontrak Politik Palsu, Politikus Golkar Ini Yakin Itu Ulah Tim Ahok )
"Konfirmasi saja ke Pak Setya Novanto atau Pak Idrus Mahram, apakah pendapat ini pribadi atau membawa partai. Tanyakan juga posisi Pak Doli di Golkar seperti apa," kata Toni.
Sebelumnya diberitakan, politikus muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia meyakini beredarnya kontrak politik palsu tersebut merupakan perbuatan dari kompetitor pasangan Anies-Sandi, yakni Ahok-Djarot beserta timnya.
Menurut Doli, paskaputaran pertama Pilgub DKI Jakarta akhir-akhir ini tim Ahok-Djarot menunjukan cara-cara yang semakin brutal dalam menghadapi kompetisi.
(ysw)