Tim Rescue Perindo Bantu Korban Banjir di Kabupaten Lima Puluh Kota
Senin, 20 Maret 2017 - 03:04 WIB
Tim Rescue Perindo Bantu Korban Banjir di Kabupaten Lima Puluh Kota
A
A
A
SARILAMAK - Dua pekan pascabencana korban banjir dan longsor di Kecamatan Kapur Sembilan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat mengeluh belum dapat menempati rumah mereka. Hal ini ditemukan saat Tim Rescue Perindo Sumatera Barat saat melakukan pendataan di daerah ini.
Fitri salah seorang korban banjir warga Tigo Balai, Kecamatan Kapur Sembilan menyebutkan dia bersama warga lainnya telah menerima sejumlah bantuan bantuan berupa sembako, pakaian layak pakai dari posko tanggap darurat. Namun bantuan ini dirasa belum maksimal pasalnya korban banjir yang rumahnya rusak berat saat ini butuh material bangunan.
Hal ini dibenarkan Camat Kapur Sembilan Andri Yasmen. Menurut Andri, seluruh bantuan yang diterima dari sejumlah donatur telah dibagiakan merata kepada seluruh korban. Hingga Minggu (19/3/2017) bantuan masih terus mengalir.
“Pascatanggap darurat yang dibutuhkan masyarakat kita adalah sembako dan pakaian layak pakai serta alat tulis, seragam sekolah, dan kalau bisa material bangunan untuk merehab rumah masyarakat yang rusak karena banjir dan longsor ini,” katanya, Minggu (19/3/2017).
Sementara Ketua DPW Partai Perindo Sumatera Barat M Tauhid saat mendampingi Rescue Perindo Sumbar memberikan bantuan di posko tanggap darurat Kantor Camat Kapur Sembilan, Jalan Muaro Paiti menyebutkan, beberapa bantuan tampak menumpuk di gudang posko tanggap darurat. Bantuan dari para donatur ini, kata dia, diharapkan tidak lama menumpuk dan dapat segera didistribusikan kepada para korban.
“Usai kejadian kita menurunkan Rescue Perindo dari Sumatera Barat untuk bersama masyarakat mendata apa kira-kira yang dibutuhkan, mudah-mudahan kedepan masyarakat juga bersabar karena menunggu petugas untuk mensuplai bantuan. Semoga bantuan yang telah ada ini dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang betul-betul membutuhkan,” timpalnya.
Tim Assesment Rescue Perindo Sumbar mencatat, banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Lima Puluh Kota mengakibatkan kerusakan dan kerugian di Kecamatan Kapur Sembilan.
Di kecamatan ini banjir merendam 688 unit rumah warga, sebanyak 50 unit rumah yang berada di pinggiran Sungai Batang Maek rusak. Sebagian diantaranya rusak berat dan dihanyutkan arus deras banjir.
Sementara penduduk yang terdampak berjumlah 2.436 jiwa. Banjir juga merusak infrastruktur berupa sembilan jembatan, jalan di 16 titik, irigasi di enam lokasi serta 15 unit sarana ibadah.
Fitri salah seorang korban banjir warga Tigo Balai, Kecamatan Kapur Sembilan menyebutkan dia bersama warga lainnya telah menerima sejumlah bantuan bantuan berupa sembako, pakaian layak pakai dari posko tanggap darurat. Namun bantuan ini dirasa belum maksimal pasalnya korban banjir yang rumahnya rusak berat saat ini butuh material bangunan.
Hal ini dibenarkan Camat Kapur Sembilan Andri Yasmen. Menurut Andri, seluruh bantuan yang diterima dari sejumlah donatur telah dibagiakan merata kepada seluruh korban. Hingga Minggu (19/3/2017) bantuan masih terus mengalir.
“Pascatanggap darurat yang dibutuhkan masyarakat kita adalah sembako dan pakaian layak pakai serta alat tulis, seragam sekolah, dan kalau bisa material bangunan untuk merehab rumah masyarakat yang rusak karena banjir dan longsor ini,” katanya, Minggu (19/3/2017).
Sementara Ketua DPW Partai Perindo Sumatera Barat M Tauhid saat mendampingi Rescue Perindo Sumbar memberikan bantuan di posko tanggap darurat Kantor Camat Kapur Sembilan, Jalan Muaro Paiti menyebutkan, beberapa bantuan tampak menumpuk di gudang posko tanggap darurat. Bantuan dari para donatur ini, kata dia, diharapkan tidak lama menumpuk dan dapat segera didistribusikan kepada para korban.
“Usai kejadian kita menurunkan Rescue Perindo dari Sumatera Barat untuk bersama masyarakat mendata apa kira-kira yang dibutuhkan, mudah-mudahan kedepan masyarakat juga bersabar karena menunggu petugas untuk mensuplai bantuan. Semoga bantuan yang telah ada ini dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang betul-betul membutuhkan,” timpalnya.
Tim Assesment Rescue Perindo Sumbar mencatat, banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Lima Puluh Kota mengakibatkan kerusakan dan kerugian di Kecamatan Kapur Sembilan.
Di kecamatan ini banjir merendam 688 unit rumah warga, sebanyak 50 unit rumah yang berada di pinggiran Sungai Batang Maek rusak. Sebagian diantaranya rusak berat dan dihanyutkan arus deras banjir.
Sementara penduduk yang terdampak berjumlah 2.436 jiwa. Banjir juga merusak infrastruktur berupa sembilan jembatan, jalan di 16 titik, irigasi di enam lokasi serta 15 unit sarana ibadah.
(sms)