PDB Sebut Hasil Pilgub DKI Putaran Pertama Sarat dengan SARA
Jum'at, 17 Maret 2017 - 18:27 WIB
PDB Sebut Hasil Pilgub DKI Putaran Pertama Sarat dengan SARA
A
A
A
JAKARTA - Pusat Data Bersatu (PDB) mengeluarkan hasil Pilgub DKI putaran pertama dari sisi isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Dari hasil tersebut, PDB menilai jika Pilgub DKI putaran pertama kental sekali dengan nuansa SARA.
"Secara faktual, SARA bukan hanya sekedar isu. Pilkada putaran pertama terindikasi kuat melibatkan SARA," kata Peneliti Pusat Data Bersatu (PDB) Agus Herta Soemarto kepada wartawan di bilangan Jakarta Pusat, Jumat (17/3/2017).
Agus menyatakan hal ini terlihat hasil Pilgub DKI putaran I yang dibagi oleh pihaknya menjadi wilayah non muslim dan muslim. Dan hasilnya baik paslon nomor urut dua maupun tiga unggul di masing-masing wilayah tersebut.
"Kami mengambil contoh di Kelapa Gading Timur, Gondangdia, Mangga Besar dan Glodok, di empat wilayah ini Ahok-Djarot unggul hampir 90 persen sementara sisanya dipegang oleh Anies-Sandiaga," kata Agus.
Sementara di wilayah Tegal Parang, Rawa Terate, Kali Baru, dan Sukabumi Selatan di wilayah yang mayoritas muslim, Anies-Sandiaga unggul hampir 65 persen sementara sisanya diberikan ke Ahok-Djarot. Agus menilai ini kemudian sangat kuat jika pilkada putaran kedua sangat sarat isu SARA.
"Jika berdasarkan struktur penduduk DKI berdasarkan agama, dari kelima wilayah kota administrasi secara umum suara muslim tersebar tidak menunjukkan adanya konsentrasi di salah satu calon tertentu," kata Agus.
"Secara faktual, SARA bukan hanya sekedar isu. Pilkada putaran pertama terindikasi kuat melibatkan SARA," kata Peneliti Pusat Data Bersatu (PDB) Agus Herta Soemarto kepada wartawan di bilangan Jakarta Pusat, Jumat (17/3/2017).
Agus menyatakan hal ini terlihat hasil Pilgub DKI putaran I yang dibagi oleh pihaknya menjadi wilayah non muslim dan muslim. Dan hasilnya baik paslon nomor urut dua maupun tiga unggul di masing-masing wilayah tersebut.
"Kami mengambil contoh di Kelapa Gading Timur, Gondangdia, Mangga Besar dan Glodok, di empat wilayah ini Ahok-Djarot unggul hampir 90 persen sementara sisanya dipegang oleh Anies-Sandiaga," kata Agus.
Sementara di wilayah Tegal Parang, Rawa Terate, Kali Baru, dan Sukabumi Selatan di wilayah yang mayoritas muslim, Anies-Sandiaga unggul hampir 65 persen sementara sisanya diberikan ke Ahok-Djarot. Agus menilai ini kemudian sangat kuat jika pilkada putaran kedua sangat sarat isu SARA.
"Jika berdasarkan struktur penduduk DKI berdasarkan agama, dari kelima wilayah kota administrasi secara umum suara muslim tersebar tidak menunjukkan adanya konsentrasi di salah satu calon tertentu," kata Agus.
(ysw)