Mulai Hari Ini, Ribuan Angkot Tak Lagi Padati Pusat Kota Bogor
Rabu, 15 Maret 2017 - 20:29 WIB
Mulai Hari Ini, Ribuan Angkot Tak Lagi Padati Pusat Kota Bogor
A
A
A
BOGOR - Sehari pasca peluncuran program rerouting (penataan ulang rute) trayek angkutan kota (angkot) oleh Wali Kota Bogor Bima Arya, ribuan angkot yang biasa memadati dan tumpah ruah di pusat kota Bogor, terlihat lengang. Ribuan angkot yang biasanya mangkal, sudah dialihkan dan tersebar ke pinggir kota.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor Mochamad Ischak AR menegaskan, pihaknya mendukung penuh program rerouting atau penataan ulang jaringan trayek yang baru di launching.
Kebijakan ini, lanjut dia, sudah melalui berbagai macam kajian yang dilakukan secara matang Pemkot dengan pengusaha angkot, badan hukum, hingga KKSU (Kelompok Kerja Sub Unit).
"Pemberlakuan rerouting inikan hasil akhir dari kajian dari KKSU, Organda, Dishub, dan Pemkot Bogor, Organda dan KKSU makanya kita siap membantu proses sosialisasinya,” tandasnya.
Dia juga mengungkapkan harapannya terkait program pembenahan transportasi ini agar tidak hanya Pemkot Bogor, pemilik angkot, dan supir angkot saja yang menyukseskan program ini. Namun dia juga mengajak masyarakat ikut membantu dan mendukungnya. "Tentunya masyarakat harus membantu mensosialisasikan program rerouting ini agar program ini berjalan sukses," tegasnya.
Program rerouting (penggabungan trayek) angkutan kota (angkot) resmi dilaunching Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Rakhmawati dan jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) di halaman Plaza Balai Kota Bogor, Selasa (14/03/17).
Sebanyak 13 angkot dihadirkan sebagai simbolis pergantian rute trayek. Sementara, sisanya sebanyak 3.399 angkot akan dilakukan pemasangan sticker trayek baru secara bertahap selama satu bulan ke depan.
Bima mengatakan, trayek lintasan angkot rerouting ini akan lebih tersebar ke pinggir dan dapat menjangkau warga, karena dari sebelumnya hanya ada 23 trayek dengan jangkauan 58 Kelurahan menjadi 30 trayek yang menjangkau 68 Kelurahan se kota Bogor. Selain itu, dengan adanya rerouting, beban di pusat kota akan berkurang karena jumlah angkot yang selama ini tumpah tindih ikut berkurang.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor Mochamad Ischak AR menegaskan, pihaknya mendukung penuh program rerouting atau penataan ulang jaringan trayek yang baru di launching.
Kebijakan ini, lanjut dia, sudah melalui berbagai macam kajian yang dilakukan secara matang Pemkot dengan pengusaha angkot, badan hukum, hingga KKSU (Kelompok Kerja Sub Unit).
"Pemberlakuan rerouting inikan hasil akhir dari kajian dari KKSU, Organda, Dishub, dan Pemkot Bogor, Organda dan KKSU makanya kita siap membantu proses sosialisasinya,” tandasnya.
Dia juga mengungkapkan harapannya terkait program pembenahan transportasi ini agar tidak hanya Pemkot Bogor, pemilik angkot, dan supir angkot saja yang menyukseskan program ini. Namun dia juga mengajak masyarakat ikut membantu dan mendukungnya. "Tentunya masyarakat harus membantu mensosialisasikan program rerouting ini agar program ini berjalan sukses," tegasnya.
Program rerouting (penggabungan trayek) angkutan kota (angkot) resmi dilaunching Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Rakhmawati dan jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) di halaman Plaza Balai Kota Bogor, Selasa (14/03/17).
Sebanyak 13 angkot dihadirkan sebagai simbolis pergantian rute trayek. Sementara, sisanya sebanyak 3.399 angkot akan dilakukan pemasangan sticker trayek baru secara bertahap selama satu bulan ke depan.
Bima mengatakan, trayek lintasan angkot rerouting ini akan lebih tersebar ke pinggir dan dapat menjangkau warga, karena dari sebelumnya hanya ada 23 trayek dengan jangkauan 58 Kelurahan menjadi 30 trayek yang menjangkau 68 Kelurahan se kota Bogor. Selain itu, dengan adanya rerouting, beban di pusat kota akan berkurang karena jumlah angkot yang selama ini tumpah tindih ikut berkurang.
(pur)