Tawuran Kembali Marak, Pemprov DKI Lakukan Ini
Rabu, 15 Maret 2017 - 13:58 WIB
Tawuran Kembali Marak, Pemprov DKI Lakukan Ini
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan berbagai cara agar tawuran yang kerap terjadi antar masyarakat dan antara pelajar bisa diredam. Salah satunya dengan memberikan pengamanan dan sanksi tegas kepada pelaku tawuran.
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan, untuk sementara pihaknya baru bisa memberikan penanganan jangka pendek hingga nantinya memberikan penanganan yang menyeluruh.
"Kalau jangka pendek jelas pengamanan. Solusinya pengamanan bagaimana kedua belah pihak dipertemukan dan kemudian pihak kepolisiaan keamanan menjaga situasi dan kondisi setempat jangan sampai ada tawuran susulan. Itu yang langkah pertama," kata Sumarsono di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (15/3/2017).
Soni mengatakan yang kedua pihaknya akan menindak apakah tawuran yang melibatkan pelajar secara tegas. Dirjen Otda Kemendagri itu mengatakan jika pelajar tersebut akan diberhentikan, keluar dari sekolah.
"Keluar dari sekolah itu tegas dan gurunya juga diberikan sanksi tegas karena tidak bisa mengawasi muridnya. Kalau itu warga lain lagi, berarti antar warga dipertemukan. Itu jangka pendek solusinya seperti itu," kata Soni.
Soni menambahkan untuk jangka menengah, Pemprov DKI akan melihat permasalahan. Mungkin saja menurutnya banyak penyebab tawuran sering terjadi.
"Kemungkinan bisa penataan kawasan, bisa memberikan ruang pekerjaan, ruang kesempatan kerja buat generasi muda kemudian menyalurkan informasi mereka supaya lebih produktif," kata Soni.
Kemudian menurutnya jangka panjang menyangkut pembinaan mental kepada mereka dan orientasi yang lebih subtansi kedalam pembinaan karakter bangsa. "Itu nanti jangka panjangnya, kalau penataan jangka pendek ya kita cegah seperti yang kita sebutkan tadi," kata Soni.
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan, untuk sementara pihaknya baru bisa memberikan penanganan jangka pendek hingga nantinya memberikan penanganan yang menyeluruh.
"Kalau jangka pendek jelas pengamanan. Solusinya pengamanan bagaimana kedua belah pihak dipertemukan dan kemudian pihak kepolisiaan keamanan menjaga situasi dan kondisi setempat jangan sampai ada tawuran susulan. Itu yang langkah pertama," kata Sumarsono di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (15/3/2017).
Soni mengatakan yang kedua pihaknya akan menindak apakah tawuran yang melibatkan pelajar secara tegas. Dirjen Otda Kemendagri itu mengatakan jika pelajar tersebut akan diberhentikan, keluar dari sekolah.
"Keluar dari sekolah itu tegas dan gurunya juga diberikan sanksi tegas karena tidak bisa mengawasi muridnya. Kalau itu warga lain lagi, berarti antar warga dipertemukan. Itu jangka pendek solusinya seperti itu," kata Soni.
Soni menambahkan untuk jangka menengah, Pemprov DKI akan melihat permasalahan. Mungkin saja menurutnya banyak penyebab tawuran sering terjadi.
"Kemungkinan bisa penataan kawasan, bisa memberikan ruang pekerjaan, ruang kesempatan kerja buat generasi muda kemudian menyalurkan informasi mereka supaya lebih produktif," kata Soni.
Kemudian menurutnya jangka panjang menyangkut pembinaan mental kepada mereka dan orientasi yang lebih subtansi kedalam pembinaan karakter bangsa. "Itu nanti jangka panjangnya, kalau penataan jangka pendek ya kita cegah seperti yang kita sebutkan tadi," kata Soni.
(ysw)