Haji Lulung: Sudah Lama Saya Minta Dipecat dari PPP Djan Faridz
Senin, 13 Maret 2017 - 19:31 WIB
Haji Lulung: Sudah Lama Saya Minta Dipecat dari PPP Djan Faridz
A
A
A
JAKARTA - Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz, Abraham 'Lulung' Lunggana mengaku tengah menunggu jika benar adanya kabar yang menyebut akan ada pemecatan dirinya sebagai kader PPP Djan Faridz karena telah bergabung dengan PPP kubu Romahurmuzy atau Romi.
Kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, sore ini, Lulung mengungkapkan jika dirinya sebenarnya sudah meminta cukup lama untuk dipecat dari partai berlambang ka'bah ini kepada Djan Faridz. Dia mengaku jika Djan Faridz yang menundanya.
"Kalau dipecat kalau saya udah lama minta dipecat (dari PPP kubu Djan Faridz). Udah lama dipecat oleh Romi, udah lama minta dipecat sama Djan Faridz. Djan bilang udah jangan deh nanti aja. Nanti nunggu saya ke yang lain," kata Lulung, Senin (13/3/2017).
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu beralasan jika dirinya sudah lama minta dipecat karena dia berseberangan dengan keputusan partai. Apalagi semenjak pilkada putaran pertama, Lulung memang tidak seirama dengan pilihan dari Ketua DPP PPP Djan Faridz pada putaran pertama maupun putaran kedua.
"Ya kan seperti teman-teman tahu kan saya tidak bisa mengikuti keputusan partai dan saya bilang saya menghormati keputusan partai itu. Kalau saya tidak menjalankan keputusan partai karena saya membela umat di Jakarta," kata Lulung.
Lulung mengatakan jika suara umat yang hampir 1 juta suara itu memilih PPP. Hasilnya pada Pileg 2014, PPP meraih suara 10 kursi di DPRD DKI dan 3 DPR. "Salah saya membela umat? Orang umat bela kita masa kita enggak konsisten bela umat," kata Lulung.
Sementara itu ditempat terpisah, Ketua DPP PPP Djan Faridz melalui pesan singkat membenarkan jika akan ada pemecatan terhadap Lulung. Djan mengatakan jika Lulung melanggar anggaran dasar anggaran rumah tangga (AD-ART) partai. "(Pemecatan) berlaku mulai hari ini, pemecatan terkait dukungan ke Anies-Sandiaga," kata Djan.
Kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, sore ini, Lulung mengungkapkan jika dirinya sebenarnya sudah meminta cukup lama untuk dipecat dari partai berlambang ka'bah ini kepada Djan Faridz. Dia mengaku jika Djan Faridz yang menundanya.
"Kalau dipecat kalau saya udah lama minta dipecat (dari PPP kubu Djan Faridz). Udah lama dipecat oleh Romi, udah lama minta dipecat sama Djan Faridz. Djan bilang udah jangan deh nanti aja. Nanti nunggu saya ke yang lain," kata Lulung, Senin (13/3/2017).
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu beralasan jika dirinya sudah lama minta dipecat karena dia berseberangan dengan keputusan partai. Apalagi semenjak pilkada putaran pertama, Lulung memang tidak seirama dengan pilihan dari Ketua DPP PPP Djan Faridz pada putaran pertama maupun putaran kedua.
"Ya kan seperti teman-teman tahu kan saya tidak bisa mengikuti keputusan partai dan saya bilang saya menghormati keputusan partai itu. Kalau saya tidak menjalankan keputusan partai karena saya membela umat di Jakarta," kata Lulung.
Lulung mengatakan jika suara umat yang hampir 1 juta suara itu memilih PPP. Hasilnya pada Pileg 2014, PPP meraih suara 10 kursi di DPRD DKI dan 3 DPR. "Salah saya membela umat? Orang umat bela kita masa kita enggak konsisten bela umat," kata Lulung.
Sementara itu ditempat terpisah, Ketua DPP PPP Djan Faridz melalui pesan singkat membenarkan jika akan ada pemecatan terhadap Lulung. Djan mengatakan jika Lulung melanggar anggaran dasar anggaran rumah tangga (AD-ART) partai. "(Pemecatan) berlaku mulai hari ini, pemecatan terkait dukungan ke Anies-Sandiaga," kata Djan.
(pur)