2 Warga Bali Positif Mengidap Penyakit Meningitis Streptococcus Suis

Sabtu, 11 Maret 2017 - 03:17 WIB
2 Warga Bali Positif...
2 Warga Bali Positif Mengidap Penyakit Meningitis Streptococcus Suis
A A A
DENPASAR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali mengambil sejumlah langkah terkait kejadian suspek meningitis streptococcus suis (MSS) atau meningitis babi yang dialami sejumlah warga di Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Denpasar, Bali.

Guna mencegah penularan yang lebih luas, Dinkes Pemprov Bali mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi daging babi.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya Jumat 10 Maret 2017.

Dia menerangkan, bahwa Dinas Kesehatan Provinsi Bali telah melakukan sejumlah langkah investigasi terkait suspek MSS di wilayah Kabupaten Badung.

Dari hasil investigasi, hingga saat ini ditemukan 13 kasus, dimana tujuh kasus sudah diambil sampel darah dan dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Mikrobiologi Klinik RSUP Sanglah. Hasil sementara pemeriksaan sampel yang dikirim ke RSUP Sanglah, dua kultur darah pasien telah dinyatakan positif MSS.

Pada bagian lain, Kadiskes Ketut Suarjaya menerangkan bahwa MSS merupakan meningitis bakteri akut zoonosis yang penularannya dari babi ke manusia.

Rute penularannya melalui makanan (produk babi yang mentah misalnya darah segar, usus, jeroan dan daging yang terinfeksi).

Selain itu, luka lecet saat mengolah daging babi yang terinfeksi juga berpotensi menularkan penyakit ini.

Imbuhnya, gelaja klinis MSS antara lain panas/riwayat panas, perubahan kesadaran, kaku kuduk, sakit kepala, dan sering menimbulkan tuli saraf derajat sedang, berat dan bilateral.

Untuk mencegah penularannya, masyarakat diimbau membeli daging babi di tempat yang resmi sehingga dapat dipastikan babi yang dipotong dalam keadaan sehat.

Selain itu, saat mengolah daging babi pastikan tangan tidak luka atau tutup luka dengan baik bila mengolah daging babi.

Selain itu, masyarakat juga diminta proaktif dan peka terhadap lingkungan sekitar.

"Bila di sekitar lingkungan ada peternak yang memiliki babi sakit, mohon diinfokan jangan dijual ke pengepul daging babi. Pastikan juga masakan berbahan daging babi yang kita makan sudah benar-benar matang," katanya.

Kadiskes juga menginformasikan bahwa masa inkubasi MSS adalah beberapa jam hingga 14 hari setelah makan produk babi terinfeksi yang mentah atau setengah matang seperti olahan lawar merah atau komoh.
(mhd)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
2 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
2 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
3 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
4 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
4 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
5 jam yang lalu
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved